Kamis, 30 September 2010

Prodexim Terjun dalam Bisnis Perumahan

PALEMBANG, Perusahaan daerah Prodexim berencana terjun dalam bisnis perumahan setelah menjual aset berupa tanah milik perusahaan di Pangkalan Balai, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.

"Tanah di sana sejak 1998 tidak dimanfaatkan dan ada tawaran pihak ke III untuk perumahaan," kata Direktur PD Prodexim, Muchlis di Palembang, Rabu. Menurut dia, luas tanahnya 3,7 hektare dan hasil penjualan tanah aset itu akan digunakan untuk bisnis perumahan yang lebih menjanjikan.

"Harga tanah disesuaikan dengan ketentuan berlaku. Dari penjualan tanah, akan diperoleh hasil, demikian pula dari penjualan rumah," katanya. Dari pejualan rumah, pihak ketiga menawarkan 15 persen untuk PD Prodexim. "Tapi itu baru penawaran mereka," kata Muchlis.

Aset tanah yang dijual merupakan aset PD Prodexim. Dan PD Prodexim mendapatkan  uang dari penjualan tanah aset dan bagi hasil dari penjualan rumah. Dengan uang itu, Prodexim  membangun 180-200 unit serta 21 unit rumah toko (ruko). Perumahan yang akan dibangun bertipe 36 sampai tipe 70,  namun harganya masih dihitung.

Anggota Komisi III DPRD Sumatera Selatan, Agus Sutikno membenarkan ada rencana pembangunan perumahan. "Namun DPRD ingin mengetahui status dan struktur perusahaan daerah itu  lebih dahulu," tandas Agus.

[Sumber: http://properti.kompas.com/index.php/read/2010/09/29/21594820/Prodexim.Terjun.dalam.Bisnis.Perumahan-12]

Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)

Pengen punya rumah sendiri? kini bukan hal yang susah. klik DISINI semua jadi mudah !!

DPR Dukung DAK Perumahan Rp 811 Miliar Masuk RAPBN

 JAKARTA, Komisi V DPR RI mendukung rencana pemerintah untuk memberikan Dana Alokasi Khusus (DAK) dan bantuan stimulan untuk pembangunan Prasarana, Sarana dan Utilitas (PSU) perumahan dan pemukiman senilai Rp881 miliar masuk dalam RAPBN 2011.

Kemampuan fiskal daerah pada umumnya sangat terbatas, sehingga diperlukan intervensi pemerintah. Kucuran DAK ini diharapkan ada peningkatan ketersediaan rumah layak huni dan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah.-- Abdul Hakim

Anggota Komisi V DPR RI Abdul Hakim, Rabu, menilai program tersebut sangat strategis untuk mempercepat pembangunan di bidang perumahan dan pemukiman, serta penyediaan PSU, mengingat kemampuan fiskal daerah sangat terbatas.

"Kemampuan fiskal daerah pada umumnya sangat terbatas, sehingga diperlukan intervensi pemerintah. Kucuran DAK ini diharapkan ada peningkatan ketersediaan rumah layak huni dan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Karena itu, kami mengapresiasi program ini," kata Hakim yang juga sekretaris Fraksi PKS DPR RI.

Bahkan, Hakim meminta Badan Anggaran (Banggar) untuk meningkatkan DAK di bidang perumahan dan pemukiman. Dana sebesar Rp150 miliar yang akan diluncurkan pada tahun 2011, menurut Hakim masih jauh dari kebutuhan untuk pemenuhan rumah layak huni.

"Dengan dana sebesar Rp150 miliar, rasanya masih terlalu kecil. Perlu dukungan yang lebih besar dan Komisi V sudah meminta anggotanya yang duduk di Banggar untuk bisa memperjuangkan peningkatan alokasi DAK dan PSU ini," kata Hakim.

Dukungan serupa disampaikan Wakil Ketua Komisi V Mulyadi. Menurut politisi Partai Demokrat itu, program DAK bidang perumahan dan pemukiman serta bantuan stimulan untuk pembangunan PSU sangat strategis untuk mempercepat pembangunan didaerah.

Meski demikian, Hakim dan Mulyadi meminta agar kriteria penetapan daerah penerima bantuan dipertimbangkan kembali. Dengan kriteria yang sudah ditetapkan Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera), Hakim dan Mulyadi menilai daerah tertinggal di kawasan timur kemungkinan sulit bisa mendapatkan bantuan ini.

Hakim mengatakan, jika melihat kriteria khusus dan teknis yang dibuat oleh Kemenpera, seperti karakteristik daerah yang termasuk rawan bencana, daerah perbatasan, kepadatan penduduk di kabupaten/kota lebih dari 250 jiwa/km2 dan memiliki Rencana Rinci Tata Ruang (siteplan kawasan perumahan), maka akan banyak daerah di luar jawa, khususnya bagian timur yang sulit mendapatkan bantuan ini. "Belum lagi banyak RTRW kabupaten/kota yang belum selesai," kata Hakim.

Untuk itu, Hakim dan Mulyadi meminta agar Kemenpera mengolah kembali kriteria khusus dan teknis yang akan menjadi acuan dalam penetapan kabupaten/kota penerima bantuan stimulan PSU dan DAK bidang perumahan dan pemukiman.

Dalam RAPBN 2011, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp150 miliar untuk DAK di bidang perumahan dan pemukiman yang akan langsung masuk dalam rekening APBD 37 kabupaten/kota penerima.

Dari dana yang digelontorkan tersebut, diharapkan terfasilitasi kebutuhan PSU perumahan dan pemukiman sebanyak 24 ribu unit pada tahun 2011 yang merupakan kelengkapan rumah sejahtera baru yang belum dihuni dan atau yang akan dibangun pada tahun 2011.

Sementara untuk program bantuan stimulan PSU, Kemenpera mengalokasikan anggaran sebesar Rp731 miliar yang ditargetkan untuk membiayai pemenuhan PSU perumahan dan pemukiman sebanyak 117.010 unit dari target 700 ribu PSU selama 2010/2014.

[Sumber: http://properti.kompas.com/index.php/read/2010/09/29/2143032/DPR.Dukung.DAK.Perumahan.Rp.811.Miliar.Masuk.RAPBN-12]

Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)

Pengen punya rumah sendiri? kini bukan hal yang susah. klik DISINI semua jadi mudah !!

Pembangunan Hotel The Victorian Park Ambon Butuh Amdal

AMBON, Rencana pembangunan Hotel "The Victorian Park" di Taman Victoria, kawasan Pantai Mardika, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon oleh perusahaan Space Concorcium (Spacecon) butuh kajian studi kelayakan.

Pembangunan megaproyek ini bisa dirasakan manfaatnya masyarakat. Selain itu dilanjutkan dengan pengembangan Ambon Water Front City, Merdeka dan Baguala Square. Ini bisa mengantarkan Ambon menuju kota mini metropolitan.
-- Olivia Latuconsina

"Pembangunan ini strategis dalam mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat, namun yang harus diperhatikan adalah masalah Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal)," kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bapekot) Pemkot setempat, Syarief Tuasikal, di Ambon, Rabu.

Menurut dia, wilayah Kota Ambon lama (pusat kota) dinilai sudah tidak layak lagi untuk lokasi pembangunan skala besar, karena saat ini ruang terbuka hijau di sana sudah semakin sempit.

"Dalam pembangunan ini harus memperhatikan masalah lingkungan yakni sanitasi, karena saat ini kondisi laut Ambon sudah disterilkan dari sampah dan limbah," kata Tuasikal.

Ia mengakui, Pemkot Ambon pada 2006 - 2011 telah menetapkan Desa Passo, Kecamatan Baguala, sebagai kota transit bisnis, karena wilayah pusat kota sudah tidak layak untuk dilakukan pembangunan, sehingga dialihkan ke kawasan ini.

Luas wilayah Kota Ambon yakni sebesar 337 km2, yang terdiri dari daratan 355,4 km, sedangkan 17,55 km2 lainnya adalah laut. Selain itu Topografi Kota Ambon terdiri dari lautan, daratan serta perbukitan.

Wakil Wali Kota Ambon, Olivia Latuconsina mengatakan, pengembangan kota Ambon jangan hanya berpatokan pada satu titik, namun harus melihat semua aspek, yakni kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat.

"Prinsipnya Pemkot mendukung pembangunan hotel yang dilengkapi sarana perbelanjaan dan restoran yang bisa memanjakan masyarakat dan para wisatawan berkunjung di kota Ambon, serta mewujudkan daerah ini menjadi kancah internasional," katanya.

Latuconsina mengharapkan adanya sinergitas pembangunan yang modern antara pemerintah, investor dan masyarakat sehingga tidak tumpang tindih.

"Pembangunan mega proyek ini bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, selain itu dilanjutkan dengan pengembangan lainnya seperti Ambon Water Front City, Merdeka dan Baguala Square, sehingga bisa mengantarkan Ambon menuju kota mini metropolitan," kata Olivia Latuconsina.

Rp2 triliun
Sebelumnya Presiden Direktur Spacecon, Rafael Chin mengatakan, pihaknya merencanakan pembangunan hotel "The Victorian Park", dengan nilai investasi mencapai Rp2 triliun

"Kami menjadwalkan pembangunannya dimulai Desember 2010 dan rampung pada 2012. Pembangunannya sebagai bentuk kepedulian untuk mengembangkan dunia pariwisata di Maluku. Hotel yang dibangun di atas lahan seluas 20 hektare itu terdiri atas 40 lantai dengan kapasitas kamar 2.000 unit," ujarnya.

Menurut Rafael Chin, selain itu, perusahaan itu juga akan melakukan kerja sama dengan PT. Angkasa Pura untuk pengembangan penerbangan internasional dari Bandara internasional Pattimura Ambon.

"Kerja sama dengan Angkasa Pura sebagai pengelola bandara untuk peningkatan oprasional dan manajemen bertaraf internasional termasuk perpanjangan landasan pacu (runway) sehingga dapat disinggahi pesawat berbadan lebar yang melayani penerbangan internasional ke kawasan Asean," ujarnya.

Rafael menilai, kedudukan Maluku secara geografis sangat strategis karena berbatasan dengan negara tetangga seperti Australia dan Timor Leste.

"Kami akan jadikan Maluku sebagai salah satu pintu masuk wisataan mancanegara karena letaknya sangat strategis, sehingga nantinya orang dari Jepang, Korea, China, Filipina dan sejumlah negara di Asia tidak perlu terbang langsung ke Jakarta tetapi cukup transit melalui Ambon," katanya

[Sumber: http://properti.kompas.com/index.php/read/2010/09/29/22275699/Pembangunan.Hotel.The.Victorian.Park.Ambon.Butuh.Amdal-12]

Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)

Pengen punya rumah sendiri? kini bukan hal yang susah. klik DISINI semua jadi mudah !!

Orang Asing Diizinkan Sewa Properti 90 Tahun

 Aturan revisi hak kepemilikan asing atas properti di Indonesia segera dikeluarkan akhir tahun ini. Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Gita Wirjawan menjelaskan warga asing dapat menyewa properti di Indonesia selama 90 tahun.

"Asing bisa memiliki properti hanya saja dibatasi pada strata (apartemen), tetapi kalau untuk rumah belum bisa," kata dia dalam Indonesia Investment Forum di Jakarta, (29/9). Gita menambahkan hak kepemilikan asing dibatasi pada strata title pada tingkat empat ke atas.

Aturan kepemilikan properti bagi orang asing merupakan Perubahan PP No. 41 tahun 1996 yang di dalamnya akan membolehkan asing menyewa properti di Indonesia akan segera dituangkan. Kendati demikian, pemerintah tidak akan memberikan kebebasan mutlak atas kepemilikan asing.

Pembatasan dilakukan dengan mempertimbangkan mekanisme asing dalam membiayai pembelian properti di Indonesia. Misalnya, apakah dibiayai bank lokal dengan mengandalkan investasi properti, kemudian dengan uang sewa tersebut mencicil pembelian properti.

Perubahan peraturan yang memudahkan asing memiliki properti di Indonesia itu diperkirakan akan mengalirkan sebanyak US$2-3 miliar investasi asing ke Tanah Air.


[Sumber: http://bisnis.vivanews.com/news/read/180236-orang-asing-diizinkan-sewa-properti-90-tahun]

Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)

Pengen punya rumah sendiri? kini bukan hal yang susah. klik DISINI semua jadi mudah !!

Lembaga internasional bebas pajak properti

JAKARTA: Pemerintah menghapuskan pajak properti untuk lembaga-lembaga dunia yang bermukim di Indonesia sebagai pelaksanaan UU No. 28/2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah mulai kuartal III/2010.

Skema pajak properti yang dihapuskan itu adalah bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) dan pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan (PBBPP).

Untuk merealisasikan kebijakan tersebut, Menteri Keuangan Agus Martowardojo menerbitkan dua peraturan yang baru dirilis di situs resmi pada 27 September.

Peraturan yang mengatur penghapusan BPHTB adalah Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 147/PMK.07/2010 tentang Badan atau Perwakilan Lembaga Internasional yang Tidak Dikenakan BPHTB.

Adapun, peraturan yang menghapuskan PBBPP tercantum dalam PMK No. 148/PMK.07/2010 tentang Badan atau Perwakilan Lembaga Internasional yang Tidak Dikenakan PBBPP.

Kedua peraturan itu ditandatangani Menkeu pada 27 Agustus 2010. Di dalam peraturan itu, Menkeu menjelaskan ada lima kategori badan dunia yang tak dikenakan BPHTB yakni badan-badan internasional dari PBB seperti ADB, IMF, UNDP, hingga UNICEF.

Kedua, lembaga kerja sama bilateral teknik. Ketiga, Colombo Plan. Keempat, lembaga kerja sama kebudayaan. Kelima, organisasi Asean dan lembaga asing lainnya seperti Asean Secretariat, European Economic Community (ECC), hingga The Export-Import Bank of Japan.

Menkeu juga menetapkan kriteria serupa kepada badan dunia yang tak dikenakan PBBPP. Kemenkeu menilai lembaga-lembaga internasional tersebut berhak mendapatkan dua skim pajak sepanjang bersifat nonkomersial dan tak melakukan kegiatan di luar fungsi serta tugas badan atau perwakilan organisasi tersebut. (gak)

[Sumber: http://web.bisnis.com/sektor-riil/properti/1id211590.html]

Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)

Pengen punya rumah sendiri? kini bukan hal yang susah. klik DISINI semua jadi mudah !!

Keberadaan MAPPI Sangat Membantu Pengusaha Properti

 DENPASAR,Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan, Mulia P Nasution, mengatakan, keberadaan Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI) sangat membantu bagi pengusaha yang bergerak di bidang properti.

Lembaga ini akan menilai dan sekaligus memberi rekomendasi kepada bank yang akan mendanai rencana pembangunan oleh para pengusaha properti tersebut. -- Mulia P Nasution

"Lembaga ini akan menilai dan sekaligus memberi rekomendasi kepada bank yang akan mendanai rencana pembangunan oleh para pengusaha properti tersebut," katanya di Nusa Dua, Bali, Selasa.

Usai membuka acara "The 25Th Pan Pasific Conggres of Real Estate Appraisers, Valuers and Counsellors" itu, ia mengatakan, ke depan diharapkan lembaga ini kinerjanya agar terus ditingkatkan, karena pembangunan properti di Tanah Air akan semakin berkembang.

"Dengan semakin berkembangnya pembangunan properti tersebut, sudah tentu kendala yang dihadapi di lapangan lembaga ini akan semakin banyak pula, seperti pembebasan lahan," katanya.

Ia mengatakan, pemerintah telah merancang Undang Undang Pengadaan Tanah untuk properti, sehingga nantinya para pengusaha diharapkan tidak lagi mempersoalkan lahan dalam pembangunannya.

"Selama ini pihak pengembang sering berbenturan dengan warga masyarakat soal harga tanah yang ditetapkan oleh pemilik tanah tersebut," katanya.

Dikatakan, jika Rencana Undang Undang Pengadaan Lahan tersebut ditetapkan oleh DPR, maka pengembang maupun warga masyarakat ketika pembebasan lahan tidak akan terjadi permasalahan.

"Sebelum RUU itu diserahkan kepada DPR, RUU itu masih dibahas di Kementerian Keuangan dan berkoordinasi dengan Kementerian Hukum dan HAM," ujarnya.

Sementara Ketua umum MAPPI, Hamid Yusuf, mengatakan, animo dari para profesional penilai dan pelaku usaha di Indonesia untuk mengikuti kegiatan kongres itu sangat positif. "Ini tercermin dari jumlah peserta yang jumlahnya mencapai 600 orang dari 17 negera di dunia," katanya.

Ia mengatakan, negara yang ikutserta antara lain, Jepang, Kanada, China, Jerman, Selandia Baru, Filipina, Singapura, Amerika Serikat, dan tuan rumah Indonesia. "Selain kegiatan diskusi yang membahas krisis keuangan, juga peserta delegasi saling bertukar informasi dan pengalaman dalam menghadapi permasalahan seperti itu," katanya.

Pihak panitia juga mengagendakan berwisata ke sejumlah objek- objek wisata di Bali, seperti ke Garuda Wisnu Kencana (GWK) dan Tanah Lot, Kabupaten Tabanan.

[Sumber: http://properti.kompas.com/index.php/read/2010/09/29/22170174/Keberadaan.MAPPI.Sangat.Membantu.Pengusaha.Properti-12]

Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)

Pengen punya rumah sendiri? kini bukan hal yang susah. klik DISINI semua jadi mudah !!

Rabu, 29 September 2010

3 Konstruksi Paling Menakjubkan Di dunia

1. Barrier Di Venice
Venice mempunyai Barrier ( penghalang ) banjir terbesar di dunia. Proyek ini sebenernya telah menjadi perdebatan selama kurang lebih 40 tahun untuk melindungi kota historis ini di masa depan. Kota Venice secara perlahan tenggelam dan air disekitarnya mulai naik, banjir adalah hal yang paling ditakutkan para penduduk disana. Pada akhirnya Perdana Mentri menyetujui proyek tersebut, yang terdiri dari 80 barrier yang masing-masing barrier mempunyai luas 6.500 meter persegi. 
2. The Bailong Elevator Di China
Zhangjiajie, China : The Bailong Elevator, lift ini merupakan lift dengan exterior terluas di dunia, dengan ketinggian mencapai 1,000 kaki lift ini terbuat dari kaca untuk memudahkan penumpangnya melihat pemandangan dari ketinggian. Satu-satu nya yang menjadi masalah adalah, dampak lift ini pada lingkungan disekitarnya pada masa depan.

3. The Millau Viaduct Di Prancis
Millau, Perancis : The Millau Viaduct adalah jembatan tertinggi di dunia, ketinggiannya hampir 1,000 kaki ( lebih tinggi dari Menara Eiffel ! ), sampai-sampai awan pun bisa terlihat seperti gambar diatas. Phew !

[Sumber: http://www.kaskus.us/showthread.php?t=5433084]


Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)

Pengen punya rumah sendiri? kini bukan hal yang susah. klik DISINI semua jadi mudah !!

Junita Ciputra, Anak Kedua Ciputra dan Direktur Ciputra Group

Menjadi Entrepreneurs karena 3 L

Menjadi putri taipan properti terbesar di Indonesia membuat Junita Ciputra tak serta-merta menjadi developer. Pernah bertahun-tahun ikut membesarkan Ciputra Group, wanita cantik itu akhirnya memilih untuk menjadi filantropis. Saat ini, dia banyak menghabiskan waktu untuk mewujudkan cita-cita sang ayah, creating world entrepreneurs.

KEHIDUPAN Junita bagaikan dongeng yang diimpikan oleh banyak kaum hawa. Wanita kelahiran 1961 itu, selain memiliki keanggunan dan kecantikan serta keluarga yang bahagia, selalu sukses dengan karir yang ditekuninya. Memulai karir di Ciputra Group sebagai manajer keuangan pada 1988, anak kedua dari pasangan Ciputra dan Dian Sumeler tersebut pernah mencicipi posisi direktur dan komisaris di berbagai perusahaan holding yang didirikan sang ayah 29 tahun lampau.

Awal karir Junita di bidang properti sebenarnya tak lepas dari pengaruh Ciputra. Pada 1981, Pak Ci -panggilan akrab Ciputra- mendirikan Ciputra Group bersama istri dan empat anaknya, yakni Rina, Junita, serta si kembar Cakra dan Candra. Kala itu, keputusan mendirikan perusahaan baru didasari keinginan Pak Ci agar anak dan menantunya memiliki perusahaan sendiri. Apalagi mereka sudah memiliki ijazah pendidikan dari luar negeri.

Seiring perjalanan waktu, Ciputra Group semakin membesar hingga akhirnya kini memiliki tiga subholding. Kelompok pertama dipimpin oleh pasangan Budiarsa Sastrawinata dan putri pertama, Rina. Subholding kedua di nakhodai oleh pasangan Harun Hajadi dan Junita. Salah satu ikon kelompok tersebut adalah CitraLand, Surabaya. Sementara itu, kelompok ketiga dipimpin oleh Cakra dan Candra.

''Seperti kata Pak Ci, menjadi entrepreneurs karena 3 L. Lahir berarti memiliki orang tua yang berbisnis. L berikutnya adalah lingkungan, sehari-hari dia mengenyam yang namanya dunia bisnis. L yang terakhir adalah latihan,'' ujar Junita saat ditemui di sela perayaan ulang tahun ke-79 Ciputra di Universitas Ciputra, CitraLand, Surabaya Barat, Jumat (24/9), akhir pekan lalu.

Karena itu, untuk mematangkan pelajaran yang dia dapat dari Ciputra, sejak kecil hingga remaja, Junita menempuh pendidikan tinggi di tempat terbaik. Sebelum bergabung di Ciputra Group pada usia 27 tahun, Junita terlebih dahulu menyelesaikan S-1 dan S-2 di Amerika Serikat. Dia mengantongi gelar sarjana keuangan dari Universitas San Francisco serta mendapatkan gelar MBA di bidang keuangan dan realestat dari University of Southern California, Los Angeles, AS, dengan predikat suma cum laude. Saat menempuh pendidikan, Junita juga nyambi sebagai account officer di sebuah bank di San Francisco, yaitu Bank Hibernia divisi commercial realestate pada 1985 hingga 1987.

Pada 1988, sekembalinya dari AS, wanita yang memiliki hobi berbelanja di sela kesibukannya itu langsung dipercaya menjadi manajer keuangan perusahaan di Ciputra Group. Pada 1990 hingga 1996, dia menduduki posisi sebagai direktur dan berlanjut menjadi komisaris PT Ciputra Development Tbk. Dia juga pernah menjadi direktur PT Ciputra Surya Tbk. Tak heran, dia akhirnya menyandang julukan "menteri keuangan" Ciputra Group.

Namun, berkutat dengan target omzet dan membikin produk untuk memuaskan pelanggan belum membuat Junita nyaman. Panggilan jiwa Junita, tampaknya, lebih menjurus pada kegiatan sosial. Dia kini berperan aktif sebagai pengurus Yayasan Ciputra. Sebuah organisasi yang didirikan oleh Ciputra Group pada 1996 untuk menangani berbagai kegiatan sosial dengan penekanan pada bidang pendidikan.

''Sebenarnya, menjadi pengurus yayasan itu by default. Tidak sengaja. Sebab, saat itu Pak Harun (suami Junita, Red) dipercayai mengurus proyek di Surabaya yang di dalamnya termasuk fasilitas sekolah. Jadi, saya yang mengurusnya,'' ungkapnya. Di setiap proyek properti Ciputra, kelengkapan fasilitas pendukung dijadikan salah satu nilai jual utama. Sekolah mulai level sekolah dasar hingga universitas disediakan untuk penghuninya. Karena itu, pada 1991, saat Ciputra Group di bawah kendali subholding Harun Hajadi mengerjakan proyek CitraLand, mereka memikirkan untuk menyediakan fasilitas pendidikan tersebut. Dengan demikian, pada 1996, didirikan Sekolah Ciputra yang merupakan International Baccalaureate (IB) alias sekolah internasional.

Meski awalnya hanya mengikuti bisnis suami, Junita malah seakan menemukan kecocokan saat mengurus pengembangan yayasan sekolah tersebut. Dia bercerita bahwa tantangan saat terjun ke yayasan adalah bagaimana menjadikan sebuah kegiatan yang sebenarnya nonprofit bisa ikut menjadi penggerak dari bisnis properti itu. Dia menerapkan ilmu keuangan yang ditimba di Negara Paman Sam untuk menjadikan sekolah di bawah pengelolaan Yayasan Ciputra agar tidak lagi membebani keuangan perusahaan. ''Pendirian sekolah menggunakan aset perusahaan. Modal juga diberikan oleh perusahaan. Karena itu, (tantangannya) bagaimana membuat yayasan pengelola sekolah itu tidak lagi memberatkan perusahaan,'' papar wanita kelahiran Bandung itu. ''Juga harus dipikirkan bahwa the whole project bisa mendapatkan nilai tambah dari sekolahan ini,'' lanjutnya.

Karena pengalamannya itu, saat Ciputra memulai gerakan menciptakan banyak entrepreneurs baru di Indonesia, Junita diserahi tanggung jawab menggarap proyek Universitas Ciputra (UC). ''Pak Ci melihat bahwa yang paling siap (proyek properti, Red) untuk mendirikan universitas adalah CitraLand. Akhirnya, empat tahun lalu UC didirikan di sini,'' kenangnya.

Junita sadar bahwa pembangunan universitas, apalagi dengan kurikulum yang tak biasa, merupakan tantangan tersendiri. ''Sebab, tak sekadar membangun gedung universitas. Juga mencari pengajar, menyusun kurikulum, hingga menarik mahasiswa baru.'' ujarnya. Pembangunan fisik universitas, menurut Junita, bukan persoalan utama. Penyediaan lahan sebagai area juga merupakan hal kecil. Tantangan paling berat justru bagaimana UC bisa mandiri tanpa memberatkan induk perusahaan. ''Profit bukanlah tujuan utama. Tapi, saya juga ingin UC tidak disusui terus,'' ujarnya. Menurut dia, UC merupakan salah satu upaya Pak Ci untuk menciptakan entrepreneurs dari mereka yang mungkin tidak lahir dan memiliki lingkungan bisnis seperti dirinya.

[Sumber:http://www.jawapos.com/halaman/index.php?act=detail&nid=157573]

Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)

Pengen punya rumah sendiri? kini bukan hal yang susah. klik DISINI semua jadi mudah !!

Lady Gaga Ingin Beli "Istana"

Massachusetts: Penyanyi fenomenal Lady Gaga berencana membeli hunian yang akan dijadikannya sebagai istana peristirahatannya. Gaga tengah menyelesaikan proses pembelian properti di kawasan Martha`s Vineyard, Massachusetts, Amerika Serikat, baru-baru ini.

Diva yang lahir di kawasan padat New York itu ingin menikmati sebuah hunian yang tenang dan damai sepulangnya dari promo tur Monster Ball pada 2011 mendatang. Selama ini, sebagaimana dikutip dari laman showbizspy, penyanyi bernama asli Stefani Germanotta itu menyewa sebuah mansion seharga US$5 juta di kawasan Bel Air, Los Angeles, AS.

Mansion yang akan dibelinya nanti berdiri di atas lahan seluas 5.000 meter per segi, dengan sejumlah kamar tidur, sebuah kolam renang raksasa, serta pemandangan menakjubkan ke arah panorama Hollywood dan Samudra Pasifik. "Memiliki rumah besar bak istana adalah impiannya sejak kecil dan dia sangat mencintai keindahan daerah Inggris dan Skotlandia," kata seorang teman dekat Gaga di Massachusetts.

Jika Gaga benar-benar membeli properti mewah di Martha`s Vineyard itu, maka Keluarga Kennedy, David Letterman, dan Larry David, resmi menjadi tetangganya di sana.

[Sumber: http://showbiz.liputan6.com/berita/201009/298740/Lady.Gaga.Ingin.Beli.Istana.]

Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)

Pengen punya rumah sendiri? kini bukan hal yang susah. klik DISINI semua jadi mudah !!

Indonesia Kekurangan 8 Juta Rumah Menengah Bawah

 NUSA DUA,Pasokan rumah untuk masyarakat menengah ke bawah di Indonesia sangat minim. Bahkan, Indonesia kekurangan pasokan hingga 8 juta unit rumah.

Direktur Utama PT Bakrieland Development Tbk Hiramsyah S Thaib menyebutkan, data terakhir yang diperoleh Real Estat Indonesia (REI) dan Kementerian Perumahan, kekurangan pasokan rumah mencapai 8 juta unit. "Yang terbesar kurangnya itu adalah pasokan untuk masyarakat kelas menengah ke bawah, yaitu rumah susun sederhana (RSS) dan rusunami.

"Inilah yang seharusnya menjadi concern pemerintah, bukan hanya sektor swasta saja yang diberi tugas tetapi sektor pemerintah juga," ujar Hiramsyah usai berbicara di The 25th Pan Pacific Congress di Nusa Dua, Bali, Selasa (28/9).

Menurutnya, pemerintah belum memberikan perhatian yang cukup terhadap masalah perumahan ini. Tengok saja, anggaran untuk perumahan mungkin sekitar 0,2 persen dari total anggaran pemerintah.
Yang terbesar kurangnya itu adalah pasokan untuk masyarakat kelas menengah ke bawah, yaitu rumah susun sederhana (RSS) dan rusunami.
-- Hiramsyah S Thaib

Padahal, anggaran untuk pendidikan sudah mencapai 20 persen dan anggaran kesehatan sekitar 3 persen. "Kalau bicara kesehatan, 50 persen dari masalah kesehatan itu mungkin adalah nasalah sanitasi, masalah lingkungan yang penyebabnya adalah kekumuhan lingkungan," ujar Hiramsyah. Dus, pembangunan rusunami sejatinya punya tujuan lain. Yaitu, untuk menata dan menciptakan lingkungan yang sehat.

Ia mencontohkan, di Singapura ada House Development Board yang tugasnya benar-benar untuk membangun rusunami. Masalahnya, rusunami yang berharga murah kerap jatuh ke tangan orang yang salah.

"Ini hanya masalah administrasi, rusunami hanya boleh dibeli dengan kredit yang disediakan perbankan dan pemerintah yang menunjuk banknya. Bank-bank inilah yang menentukan apakah layak atau tidak mereka membeli rusunami," tandasnya

[Sumber: http://properti.kompas.com/index.php/read/2010/09/28/21024545/Indonesia.Kekurangan.8.Juta.Rumah.Menengah.Bawah-12]

Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)

Pengen punya rumah sendiri? kini bukan hal yang susah. klik DISINI semua jadi mudah !!

DAK Perumahan Diberikan ke Pemda yang Bebaskan IMB

 KARAWANG, Dana Alokasi Khusus (DAK) Perumahan akan diberikan kepada pemerintah daerah (Pemda) yang dapat membebaskan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) untuk pembangunan rumah masyarakat berpenghasilan rendah. Hal itu merupakan salah satu persyaratan yang ditetapkan oleh Kemenpera terkait DAK Perumahan selain adanya Peraturan Daerah Tata Ruang serta zonasi khusus perumahan.

Hal itu disampaikan oleh Menteri Negara Perumahan Rakyat (Menpera) Suharso Monoarfa kepada sejumlah wartawan seusai meresmikan sebanyak 9.239 unit perumahan sejahtera tapak di Karawang, Jawa Barat, Rabu (28/9) siang. Pada kesempatan itu Menpera meresmikan 9.239 unit rumah yang dibangun oleh pengembang yang tergabung dalam Apersi se-Provinsi Jawa Barat.

“Sifatnya nanti berupa insentif dan disentif. Jika ada daerah yang tidak melaksanakan hal itu (pembebasan IMB-red) tentunya tidak akan mendapatkan DAK Perumahan,” ujar Menpera.

Suharso menuturkan, penyaluran DAK Perumahan nantinya akan terkait dalam APBN tahun 2011. Untuk itu, saat ini Kemenpera tengah menyiapkan petunjuk teknis dalam Peraturan Menteri Negara Perumahan Rakyat (Permenpera) yang mengatur soal DAK Perumahan tersebut.

“Mungkin nanti dalam Juknis permenpera tentang DAK Perumahan akan ditulis Pemda harus membebaskan IMB,” terangnya.

Menpera menjelaskan, Kemenpera pada tahun ini mentargetkan sebanyak 150.000 unit pembangunan rumah sejahtera tapak. Sedangkan pembangunan rumah sejahtera susun jumlahnya sekitar 130.000 unit. Namun demikian, berdasarkan realisasi yang dimonitor melalui Bank BTN per bulan Juli sudah mencapai 60.000 unit.
Sifatnya nanti berupa insentif dan disentif. Jika ada daerah yang tidak melaksanakan hal itu (pembebasan IMB) tentunya tidak akan mendapatkan DAK Perumahan.
-- Suharso Monoarfa

[Sumber:http://properti.kompas.com/index.php/read/2010/09/28/18301325/DAK.Perumahan.Diberikan.ke.Pemda.yang.Bebaskan.IMB-12]

Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)

Pengen punya rumah sendiri? kini bukan hal yang susah. klik DISINI semua jadi mudah !!

9.239 Rumah Sejahtera Tapak di Karawang Diresmikan

 KARAWANG,  Menteri Negara Perumahan Rakyat (Menpera) Suharso Monoarfa meresmikan 9.239 unit perumahan sejahtera tapak di Karawang, Jawa Barat, Rabu (28/9) siang. Rumah yang diresmikan oleh Menpera itu dibangun oleh pengembang yang tergabung dalam Apersi se-Provinsi Jawa Barat.

Menpera Suharso Monoarfa menyatakan, pembangunan perumahan di daerah ke depan harus terus ditingkatkan mengingat kebutuhan hunian yang terus meningkat. Untuk itu, baik pengembang maupun pemerintah daerah (Pemda) dapat saling bekerja sama untuk memenuhi kebutuhan rumah, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan menengah bawah.

“Pada kesempatan ini saya ingin memprovokasi pemerintah daerah untuk memberi perhatian khusus pada bidang perumahan, khususnya perumahan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Sebab urusan perumahan kini sudah menjadi urusan wajib daerah,” ujar Menpera dalam sambutannya.

Lebih lanjut, Menpera menuturkan, dirinya ingin perumahan ke depan dapat menjadi instrumen penting dalam perencanaan pembangunan kota-kota di daerah. Meskipun kapastitas fiskal daerah untuk pembangunan rumah masyarakat tidak mencukupi, bukan berarti hal itu menjadi pengecualian Pemda untuk tidak memperhatikan bidang perumahan karena hal itu menjadi kebutuhan dasar setiap manusia.

“Setiap orang pasti pulang ke rumah meskipun rumah itu berupa kontrakan, kos-kosan ataupun pondok indah mertua. Begitu pula setelah lelah beraktifitas seharian seperti polisi, tentara, pedagang maupun masyarakat umum tentunya membutuhkan rumah untuk tempat beristirahat,” terang Suharso.

Pada kesempatan itu, Menpera juga mengingatkan agar Pemda tidak memihak pengembang tertentu dalam pembangunan perumahan. Jangan sampai Pemda hanya berpihak pada pembangunan perumahan mewah dan menganaktirikan perumahan bagi MBR. Sebab, jika perumahan bagi MBR terpenuhi tentunya masyarakat dapat menikmati pembangunan yang dilakukan oleh Pemda.

Untuk itu, ungkap Menpera, dirinya telah melakukan diskusi dengan Mendagri untuk membebaskan biaya Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) bagi pengembang yang ingin mengembangkan perumahan MBR.

“Kalau bisa Pemda melayani pelayanan surat IMB dengan cepat. IMB itu jumlahnya tidak seberapa bagi Pendapatan Asli Daerah. Jadi ke depan kami akan membebaskan IMB bagi pembangunan rumah MBR. Jika Pemda bisa menggandeng perusahaan-perusahaan di daerah untuk menyalurkan Corporate Social Responsibility (CSR) ke perumahan tentunya hal itu lebih baik lagi,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPP Apersi Eddy Ganefo mengungkapkan, pihaknya optimis Apersi tahun ini bisa memenuhi target pembangunan rumah sejahtera tapak sebanyak 85.000 unit. Meskipun saat ini baru tercapai sekitar 50 persen dari target yang ditetapkan, Apersi akan terus meningkatkan pembangunan rumah sehingga dapat diresmikan oleh Menpera setiap tahunnya.

“Ini (peresmian rumah sejahtera oleh Menpera-red) merupakan bukti bahwa pengembang yang menjadi anggota Apersi terus bekerja. Kami berharap tiap tahun Menpera bisa meresmikan rumah yang dibangun oleh Apersi,” harapnya.

Eddy menerangkan, 9.239 unit rumah yang diresmikan ini merupakan gabungan dari 23 pengembang dari 194 pengembang yang tergabung dalam DPD Apersi se-Provinsi Jawa Barat. Sebanyak 400 unit rumah tipe 29 yang turut diresmikan berada di Griya Indah Karawang, Karawang Timur.
Saya ingin memprovokasi pemerintah daerah untuk memberi perhatian khusus pada bidang perumahan, khususnya perumahan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Sebab urusan perumahan kini sudah menjadi urusan wajib daerah. -- Suharso Monoarfa

[Sumber: http://properti.kompas.com/index.php/read/2010/09/28/18141962/9.239.Rumah.Sejahtera.Tapak.di.Karawang.Diresmikan-12]

Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)

Pengen punya rumah sendiri? kini bukan hal yang susah. klik DISINI semua jadi mudah !!

Wapres Minta Konstruksi MRT Dipercepat

 JAKARTA, KOMPAS.com — Untuk mengurai kemacetan lalu lintas di ibu kota Jakarta, Wakil Presiden Boediono meminta Japan for International Corporation Agency (JICA) mempercepat rancang bangun dan pembangunan konstruksi angkutan massal transportasi atau mass rapid transportation (MRT).

Diharapkan, dengan selesainya rancang bangun proyek MRT tahun depan, maka pembangunan konstruksinya sudah dapat dimulai beberapa tahun lagi.

Harapan itu disampaikan Wapres Boediono, sebagaimana diungkapkan Juru Bicara Wapres, yang juga Staf Khusus Wapres Bidang Media Massa Yopie Hidayat, kepada pers seusai mendampingi Wapres bertemu dengan Chairman JICA Kenzo Oshima di Istana Wapres, Jakarta, Selasa (28/9/2010).

"Wapres memang sangat menaruh perhatian dengan pembangunan MRT. Oleh sebab itu, diharapkan pembangunan konstruksinya dipercepat. Lebih dulu diharapkan selesai tahun depan rancang bangunnya," tandasnya. Menurut Yopie, pembangunan proyek MRT memang salah satu dari 17 langkah terobosan yang ditetapkan Wapres untuk mengatasi kemacetan di Jakarta secara menyeluruh.

Yopie menambahkan, pelaksanaan pembangunan MRT masih berjalan pada jalurnya sehingga tidak ada hambatan yang mengganggu. "Sekarang ini masih on the track-lah pelaksanaannya," lanjutnya. Dikatakan Yopie, salah satu kemajuan yang bisa dicapai adalah disetujuinya jalur MRT dari Bundaran Hotel Indonesia (HI) menuju Kota.

Sebelumnya, yang baru disetujui adalah jalur Lebak Bulus ke Bundaran HI. "Jadi, nantinya, untuk mempercepat pembangunan MRT, jalur Lebak Bulus-Bundaran HI dibangun paralel dengan Bundaran HI-Kota," lanjut Yopie.

Ditanya apakah dibahas juga mengenai potensi tanah ambles dalam perencanaan pembangunan MRT, Yopie menampik. Sementara itu, menurut Direktur Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan Rahmat Waluyanto, untuk fase pertama dana pembangunan MRT yang telah ditandatangani pada Maret 2009 senilai 48,2 miliar yen.

"Akan tetapi, untuk fase kedua dan ketiga belum ada loan agreement-nya karena belum adanya daftar kegiatan dari Badan Perencana Pembangunan Nasional (Bappenas)," kata Rahmat. 

Salah satu kemajuan yang bisa dicapai adalah disetujui jalur MRT dari Bundaran Hotel Indonesia (HI) menuju Kota. -- Yopie Hidayat

Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)

Pengen punya rumah sendiri? kini bukan hal yang susah. klik DISINI semua jadi mudah !!

Hotel Mewah The Victorian Park 40 Lantai Dibangun di Ambon

 AMBON, Space Concorcium (Spacecon) sebuah perusahaan patungan berencana menginvestasikan Rp2 triliun untuk membangun hotel megah "The Victorian Park", di lokasi Taman Victoria, kawasan Pantai Mardika, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon.
Kami jadikan Maluku salah satu pintu masuk wisatawan mancanegara karena letaknya sangat strategis. Kelak orang Jepang, Korea, China, Filipina dan sejumlah negara di Asia tak perlu terbang langsung ke Jakarta tetapi cukup transit melalui Ambon.
-- Rafael C

Pembangunan hotel berbintang itu dijadwalkan mulai Desember 2010 dan sebagai bentuk kepedulian untuk mengembangkan dunia pariwisata di Maluku, kata Presiden Direktur Spacecon, Rafael Chin, usai melakukan pertemuan dengan Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu, Selasa (28/9/10).

Ia mengatakan, hotel yang akan dibangun di atas lahan seluas 20 hektare itu terdiri atas 40 lantai dengan kapasitas kamar 2.000 unit. Hotel tersebut juga dilengkapi sarana perbelanjaan dan restauran, sehingga memanjakan masyarakat dan para wisatawan yang berkunjung di kota Ambon.

Menurut Rafael Chin, selain pembangunan hotel berbintang The Victoria Park, perusahaan itu juga akan melakukan kerja sama dengan PT. Angkasa Pura untuk pengembangan penerbangan internasional dari Bandara internasional Pattimura Ambon.

"Kerja sama dengan Angkasa Pura sebagai pengelola bandara untuk peningkatan oprasional dan manajemen bertaraf internasional termasuk perpanjangan landasan pacu (runway) sehingga dapat disinggahi pesawat berbadan lebar yang melayani penerbangan internasional ke kawasan ASEAN," ujarnya.

Ia menilai, kedudukan Maluku secara geografis sangat strategis karena berbatasan dengan negara tetangga seperti Australia dan Timor Leste.

"Kami akan jadikan Maluku sebagai salah satu pintu masuk wisataan mancanegara karena letaknya sangat strategis, sehingga nantinya orang dari Jepang, Korea, China, Filipina dan sejumlah negara di Asia tidak perlu terbang langsung ke Jakarta tetapi cukup transit melalui Ambon," katanya.

Selain itu perusahaan itu juga akan mendukung program Pemprov Maluku di bidang perikanan dengan membangun sekolah perikanan yang lokasinya juga terletak di areal Hotel Victoria itu.

"Kami juga akan melakukan investasi di bidang pengelolaan sumberdaya alam seperti pertambangan serta pertanian dan perkebunan," katanya.

Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu menyambut gembira dan mendukung rencana investasi perusahaan patungan itu. "Investasi ini memberikan peluang besar bagi Maluku untuk maju di bidang pembangunan, terutama pariwisata sekaligus membuka lapangan kerja bagi generasi muda di Maluku karena bisa menyerap 2.000 tenaga kerja," kata Ralahalu.

Guna menindaklanjuti kerja sama tersebut, Ralahlu menegaskan akan melakukan penandatanganan kesepakatan dengan perusahaan itu di Ambon, Rabu ((29/9). "Ini peluang besar yang harus dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk kemajuan Maluku di masa mendatang," ujar gubernur.

[Sumber: http://properti.kompas.com/index.php/read/2010/09/28/16480415/Hotel.Mewah.The.Victorian.Park.40.Lantai.Dibangun.di.Ambon-12]

Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)

Pengen punya rumah sendiri? kini bukan hal yang susah. klik DISINI semua jadi mudah !!

Selasa, 28 September 2010

Ritz Carlton dan Grand Hyatt Tertarik Bangun Hotel di Palembang

 Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah Kota Palembang, Sayuti Hadim mengatakan jaringan hotel internasional Ritz Carlton dan Grand Hyatt tertarik untuk membangun hotel di Palembang. Investasi yang akan dialokasikan untuk pembangunan hotel tersebut sekitar Rp600 miliar.

Sejumlah lokasi yang layak dan diminati investor untuk membangun hotel, berlokasi di pinggir Sungai Musi dengan pemandangannya langsung mengarah ke sungai.-- Sayuti Hadim

Pihaknya telah menawarkan sejumlah lokasi yang layak dan diminati investor untuk membangun hotel tersebut. Terutama lokasi yang berada di pinggir Sungai Musi sehingga pemandangannya langsung mengarah ke sungai yang membelah Palembang menjadi bagian hulu dan hilir.

Ia mengatakan, kedua hotel tersebut berbintang lima. Diharapkan pembangunan bisa dilaksanakan segera. "Kalau dua hotel berbintang lima tersebut beroperasi, maka akan menambah lapangan pekerjaan baru bagi warga setempat," kata Sayuti.

"Bukan hanya itu, keberadaan hotel bintang lima tersebut akan berdampak meningkatkan perekonomian masyarakat karena akan terbentuk usaha-usaha baru untuk memenuhi kebutuhan pegawai hotel, seperti warung makan dan tempat lainnya," ujarnya.

Sayuti menambahkan, pihaknya menargetkan perizinan dan berbagai persyaratan pembangunan hotel bintang lima tersebut selesai dalam waktu dekat. Dengan demikian pembangunan hotel bisa dimulai pada tahun 2011.

[Sumber: http://properti.kompas.com/index.php/read/2010/09/28/16182741/Ritz.Carlton.dan.Grand.Hyatt.Tertarik.Bangun.Hotel.di.Palembang]

Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)

Pengen punya rumah sendiri? kini bukan hal yang susah. klik DISINI semua jadi mudah.

Proyek Properti Tumbuh Subur di Depok

DEPOK - Warga ibukota Jakarta saat ini banyak memilih menetap dan membeli rumah di pinggiran Jakarta, salah satunya kota Depok, Jawa Barat. Hal itu lantaran Depok dinilai cocok untuk masyarakat komuter sebanyak 50 ribu warga Depok yang bekerja di Jakarta menggunakan Kereta Rel Listrik (KRL) setiap hari.

Salah satunya dilakukan oleh PT Miftah Putra Mandiri. Setelah sukses membangun lima perumahan di Kota Depok, PT Miftah Putra Mandiri (MPM) kini akan mengembangkan sayapnya dengan menambah perumahan di 11 kecamatan. Nilai investasi untuk membangun perumahan di 11 kecamatan tersebut mencapai Rp3 triliun.

"Kami prioritaskan masyarakat Depok untuk  memiliki rumah yang terjangkau. Satu perumahan itu nilainya Rp 60 miliar. Dikali 11 kecamatan menjadi Rp 660 miliar. Lalu dikali lima karena satu kecamatan akan ada lima perumahan. Nilai totalnya mencapai Rp 3,3 trilun," ujar Presdir PT Miftah Putra Mandiri, Miftah Sunandar kepada wartawan di Depok, Selasa (28/09/10).

Setiap konsep perumahan miliknya, lanjut Miftah, pihaknya mengedepankan ruang terbuka hijau dan akan membangun media centre yang digunakan untuk tempat pengaduan konsumen. Setiap perumahan, kata Miftah, dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti sarana bermain, musala, dan mini market.

“Setiap saya launching perumahan, akan langsung habis dalam waktu tiga bulan, dan rata-rata memang warga Jakarta yang mencari rumah di Depok, setiap proyek perumahan saya targetkan selesai dalam waktu satu tahun,” katanya.

Tak hanya itu, PT Miftah Putra Mandiri juga akan membangun apartemen di Jalan Margonda Raya Depok setinggi 24 lantai bernilai Rp 1 trilyun. Hal itu menyusul sudah diterbitkannya Peraturan Daerah (Perda) terkait izin mendirikan bangunan lebih dari delapan lantai di Depok.

[Sumber: http://economy.okezone.com/read/2010/09/28/320/376901/proyek-properti-tumbuh-subur-di-depok]

Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)

Pengen punya rumah sendiri? kini bukan hal yang susah. klik DISINI semua jadi mudah !!

Indonesia Negara Tujuan Tepat Investasi Properti

 Indonesia masih menjadi negara tujuan yang tepat bagi investasi di sektor properti terutama di tengah-tengah krisis ekonomi global.
Harga properti per meter persegi di Asia Tenggara masih lebih murah dibandingkan Hongkong dan Jepang. Di Indonesia, apartemen yang memiliki lokasi premium di pusat kota hanya dihargai 1.381 dolar AS per meter persegi dengan keuntungan (yield) 11,4 persen

"Indonesia tidak terpengaruh krisis ekonomi global yang dipicu kasus subprime mortgages di Amerika Serikat," kata Presiden Direktur dan Chief Executive Officer (CEO) PT Bakrieland Development Tbk, Hiramsyah S Thaib dalam makalah yang bertajuk "Indonesia, the Right Property Investment Destination in this ongoing Global Crisis".

Makalah yang dibacakan Hiramsyah pada acara Kongres Pan Pacific ke-25 di Bali tanggal 27 - 30 September 2010 menyebutkan, akibat dari kasus subprime mortgages tahun 2008 membuat harga rumah jatuh, sejumlah orang kehilangan rumah tinggal, serta dampak sistemik terhadap kondisi ekonomi di negara-negara sehingga membuat sejumlah perusahaan keuangan gulung tikar.

Saat ini, dunia tengah memasuki tahap pemulihan akibat krisis ekonomi, pemerintah Amerika Serikat menerbitkan sejumlah paket stimulus, dana talangan terhadap perusahaan yang bangkrut termasuk perusahaan keuangan, serta berbagai upaya lainnya, kata Hiramsyah.

Hiramsyah mengatakan, ketika sektor properti di negara-negara Barat mengalami kesulitan, justru investasi di negara-negara Asia khususnya sektor properti justru bergairah dan penjualan sangat prospektif.

Kondisi demikian disebabkan fundamental ekonomi negara-negara Asia sangat kuat membuat investor regional dan global mencari alternatif pasar ke negara-negara ini, kata Hiramsyah.

Hiramsyah menjelaskan, investasi di negara-negara Asia masih sangat menarik karena harganya yang murah serta banyak pilihan yang menjanjikan.

Hiramsyah menunjuk Hongkong dan Singapura yang harga propertinya masih dianggap rendah dan memiliki peluang untuk berinvestasi. Kedua negara ini awalnya diprediksi akan terkena imbas dari krisis ekonomi terlihat dari investasi asing yang banyak ke luar dari negara ini, tetapi kenyataannya sektor properti justru naik sangat tajam.

Hiramsyah mengatakan, apabila melihat sasaran investasi di sektor properti Asia Tenggara masih dalam daftar teratas di kalangan investor.

"Harga properti per meter persegi di Asia Tenggara masih lebih murah dibandingkan Hongkong dan Jepang. Seperti di Indonesia, apartemen yang memiliki lokasi premium di pusat kota hanya dihargai 1.381 dolar AS per meter persegi dengan keuntungan (yield) 11,4 persen tertinggi di kawasan ini," kata Hiramsyah.

Hiramsyah mengatakan, angka-angka tersebut menunjukkan hasil dan keuntungan bagi investor yang menanamkan modalnya di sektor properti di Indonesia, bahkan di kalangan negara Asia sektor properti di Indonesia sangat menjanjikan.

Hiramsyah juga mengungkapkan, di tengah-tengah perusahaan lain berusaha keluar dari krisis ekonomi, Indonesia justru tidak terpengaruh dari dampak tersebut. Hal ini karena pasar properti primer di Indonesia lebih banyak dari domestik, serta baru sedikit sekali berasal dari asing.

Saat ini investor dari sejumlah negara Asia seperti Jepang, India, dan Singapura telah menyatakan minatnya untuk membeli pasar perumahan realestat di Indonesia.

Hiramsyah mengatakan, dalam jangka panjang kondisi ekonomi dan sosial politik di Indonesia lebih stabil, suku bungan Bank Indonesia terus mengalami penurunan sehingga membuat suku bunga kredit di sektor properti juga mengalami penurunan.

"Menguatnya rupiah terhadap dolar AS juga menunjukkan ekonomi yang positif ke depannya, serta diharapkan ekonomi Indonesia dapat tumbuh sebesar enam persen per tahun," ujarnya.

Berdasarkan laporan properti Asia, pasar sektor real estat di Indonesia naik 12 persen mencapai 5 miliar dolar AS selama pertengahan tahun 2010 dibandingkan periode yang sama tahun 2009. Bahkan survei dari Pusat Studi Properti Indonesia (PSPI) memperkirakan pasar properti dapat tumbuh 15 persen pada tahun 2010, jelas Hiramsyah.

Data juga menunjukkan sektor properti dan konstruksi di Indonesia memberikan kontribusi 9,3 persen terhadap PDB, serta menyumbang 73 persen terhadap total investasi di Indonesia.

Kemudian data Bank Indonesia pada kuartal kedua tahun 2010 pinjaman di sektor properti melalui perbankan nasional mencapai Rp224,7 triliun atau naik 12,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2009. Kredit rumah dan apartemen naik dari 57 persen menjadi 59 persen.

Pemerintah Indonesia juga sangat mendukung penyediaan rumah bagi masyarakatnya melalui PP No. 41 Tahun 1996, serta hal ini didukung kalangan perbank yang sejauh ini memiliki rasio keuangan yang sangat bagus.

[Sumber: http://properti.kompas.com/index.php/read/2010/09/28/16050493/Indonesia.Negara.Tujuan.Tepat.Investasi.Properti]

Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)

Pengen punya rumah sendiri? kini bukan hal yang susah. klik DISINI semua jadi mudah !!

Penjualan The Taman Dayu capai 80%

SURABAYA: Penjualan properti The Taman Dayu di Pandaan sudah di atas 80% dari target akhir tahun atau senilai Rp45 miliar setelah sebelumnya pemasaran hunian mewah milik Ciputra Grup tersebut sempat terpuruk seiring dengan lumpuhnya jalur Porong Sidoarjo.

Marketing Manager The Taman Dayu City of Festival Vica Yustisiana mengatakan pencapaian penjualan properti tersebut tidak lepas dari adanya kegiatan liburan Lebaran. Menurutnya tren penjualan properti di luar kota ini berbeda dengan di Surabaya.

"Jika di Surabaya ramainya penjualan justru terjadi saat hari efektif, sementara di Taman Dayu puncak penjualan malah berlangsung pada hari libur, seperti libur sekolah, libur Lebaran atau libur akhir tahun," ujarnya di Surabaya hari ini.

Dia optimis proyeksi penjualan properti Taman Dayu sebesar Rp45 miliar pada tahun ini bakal tercapai menyusul berkurangnya kemacetan di Porong Sidoarjo.

Sebagaimana diketahui proyek Ciputra Grup di Pandaan ini sempat lama terpuruk akibat lumpuhnya jalur Porong.

"Sekarang sudah berangsur-angsur normal, bahkan penjualan kami yang selama Semester I/2010 sudah mencapai 65%, per pertengahan September lalu meningkat menjadi 80% berkat moment Lebaran," tutur Vica.

Jika dibandingkan dengan tahun lalu, katanya, peningkatannya cukup besar, yaitu sekitar 35%, sebab pada 2009 penjualannya hanya sebesar Rp30 miliar.

Namun dari segi sistem pembayaran belum bergeser, yakni fasilitas Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) menyumbang sekitar 30%, sisanya 70% dari in house.

Menurut dia besarnya penjualan tahun ini menurut Vica selain karena akses Porong sudah bisa dilewati, juga dipengaruhi oleh membaiknya kondisi ekonomi secara makro. "Masyarakat sudah mulai berfikir untuk memulai berinvestasi kembali di sektor properti." (gak)

[Sumber: http://web.bisnis.com/sektor-riil/properti/1id210887.html]

Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)

Modernland ambisi raih pendapatan Rp1,58 triliun

JAKARTA: Pengembang properti PT Modernland Realty Tbk menargetkan pendapatan sebesar Rp1,58 triliun hingga 2011 seiring dengan rencana ekspansi perseroan meningkatkan proyek-proyek properti di atas lahan tersisa sekitar 45,2 hektare.

Direktur Pemasaran Modernland Andy K. Natanael menjelaskan ekspansi tersebut merupakan bagian dari rencana besar perseroan menuntaskan pembangunan tahap I di kawasan Kota Modern, Tangerang, yang telah digagas beberapa tahun sebelumnya.

Dari total lahan yang dimiliki sebesar 50 ha, jelasnya, pemanfaatan lahan tersedia (utilisasi) baru mencapai sekitar 4,8 ha yang telah digunakan untuk pembangunan perumahan yakni Cluster Havana dan Modern Town Market yaitu proyek pasar modern.

Adapun, sisa lahan sekitar 45,2 ha sebagian besar akan digunakan untuk pengembangan proyek perumahan dan komersial.

"Jika dirata-rata, target pendapatan lahan mencapai Rp30 miliar – Rp35 miliar per ha. Rencananya, sisa lahan di kawasan itu segera dibangun berbagai proyek properti untuk  melengkapi kawasan Kota Modern menjadi pusat properti yang terintegrasi dan terbesar di Tangerang," katanya hari ini.

Meski begitu, jelasnya, rencana pengembangan sisa lahan sekitar 45,2 ha tersebut masih dimatangkan. Karena itu, dalam jangka pendek, perseroan akan berkonsentrasi untuk menuntaskan proyek pasar modern dan memasarkan Cluster Havana.

"Setelah tahap I rampung, kami akan melangkah ke tahap II dengan proyek-proyek yang sama. Namun, progres untuk tahap II sampai saat ini masih dalam proses pembebasan lahan," jelasnya.

Berkaitan dengan pasar modern, lanjut Andy, perseroan siap meluncurkan proyek ini pada 23 Oktober 2010. Bangunan satu lantai di atas lahan 2,4 ha ini akan terdiri dari 306 kios berstatus hak guna bangunan (HGB), 288 unit lapak sewa, dan 46 unit ruko.

Menurut dia, nilai investasi pasar modern tersebut diperkirakan mencapai Rp150 miliar sedangkan pemancangan tiang pertama (ground breaking) dilakukan sekitar  Februari 2011. Proyek ini akan memakan waktu sekitar 15 bulan. Untuk penjualan kios, perseroan mematok harga berkisar Rp150 juta – Rp250 juta per unit. (gak)

[Sumber: http://web.bisnis.com/sektor-riil/properti/1id210882.html ]

Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)

Chinatrust Gandeng Enam Agen Properti Nasional

JAKARTA - Bank Chinatrust Indonesia (BCI) resmi meluncurkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bekerjasama dengan enam agen properti dan dua perusahaan asuransi terkemuka. Manajemen BCI mengaku optimistis pasar properti di Indonesia akan terus tumbuh, sehingga memberi peluang usaha yang baik bagi perusahaan.

"Prospek bisnis properti tahun 2011 mendatang cukup positif dan sangat baik. Kami harapkan akan dapat terus meningkat. BCI optimis akan berhasil menembus pasar. Tentunya dengan dukungan dan kerja sama para mitra," kata President Director BCI, Peter Liu, di Gedung World Trade Center (WTC) HSBC, Jakarta, Senin (27/9).

Peter mengatakan, pasar menengah atas merupakan sasaran target BCI yang membeli properti di lokasi yang marketable. Dijelaskan, proses pengajuan dan persetujuan kredit dibuat sefleksibel mungkin, agar keputusan kredit dapat disampaikan ke calon debitur dalam waktu singkat.

Komitmen lainnya, lanjut Peter, adalah after sales service yang diupayakan untuk dapat membuat nasabah nyaman selama bertransaksi dengan BCI. Selain itu, BCI juga menyediakan kredit/pinjaman untuk membiayai Commercial Property, yaitu pembiayaan pembelian properti untuk tujuan bisnis, dengan maksimal pemberian kredit sebesar Rp 10 miliar.

"Komitmen kami cukup tinggi dalam mengupayakan pengembangan KPR di masa yang akan datang. Karenanya, BCI menyiapkan dana yang cukup besar untuk disalurkan ke pasar. Bila respon pasar cukup baik terhadap KPR Chinatrust ini, tentunya jumlah dana tersebut dapat terus ditingkatkan," imbuh Senior Vice President BCI, Camilla Liu, yang membawahi Retail Banking Group di BCI.

Camilla menjelaskan, target peluncuran KPR Chinatrust sampai akhir tahun 2010 ini adalah Rp 200 miliar. Sementara tahun depan pertumbuhan kredit perumahan dari produk KPR diharapkan dapat meningkat hingga 250 persen. Meskipun sudah mengalami krisis ekonomi berkali-kali dan kredit properti menjadi salah satu penyebabnya, terang Camilla, KPR di Indonesia selama ini menunjukkan tingkat NPL yang relatif sangat rendah.

Hal ini, lanjutnya pula, dikarenakan kebutuhan pokok perumahan masyarakat di Indonesia belum terpenuhi 100 persen. Menurutnya, jaminan KPR sangat sesuai dengan profil debitur, yakni individual/perorangan yang memiliki penghasilan tetap. "Dengan pertimbangan ini, kantor pusat BCI di Taiwan (Chinatrust Commercial Bank/CTCB) dan BCI optimis ke depan KPR dapat dikembangkan dan memberikan hasil yang baik," ungkapnya.

Berdasarkan kondisi tersebut, Camilla menjelaskan, manajemen BCI berharap dapat masuk dalam Top 10 bank swasta nasional di bidang pembiayaan KPR di Indonesia. Untuk mencapai target tersebut, di tahap awal bank asal Taiwan ini menggandeng enam agen properti terbesar di Indonesia, yakni ERA Indonesia, Ray White, Century 21, LJ Hooker, Coldwell Banker, serta Harcourt. Sedangkan dari sisi asuransi dan perlindungan, BCI juga menggandeng dua perusahaan asuransi dengan reputasi terpercaya, yaitu PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk (ABDA) dan PT Asuransi Jiwa Sinarmas.

Untuk diketahui, menurut pihak BCI, perjanjian dengan rekanan dilakukan dalam bentuk Kesepakatan Kerja Sama (KKS) yang berisikan hak dan kewajiban masing-masing pihak. Perjanjian ini berlaku sampai dengan 3 (tiga) tahun sejak tanggal penandatanganannya dan akan diperpanjang secara otomatis, sesuai kesepakatan antara BCI dengan para mitra. Sementara disebutkan pula, hingga akhir tahun 2009 lalu, total penyaluran kredit BCI sendiri mencapai Rp 3,1 triliun, di mana 88 persen merupakan kredit korporasi dan kredit UKM. Sedangkan 12 persen lainnya merupakan Indonesia Overseas Worker (IOW) atau pinjaman untuk TKI yang akan bekerja di Taiwan, serta Unsecured Personal Loan.

[Sumber:http://www.jpnn.com/read/2010/09/27/73185/Chinatrust-Gandeng-Enam-Agen-Properti-Nasional]

Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)

Senin, 27 September 2010

Dubai Islamic Bank Akuisisi Tamweel

Pemerintah Dubai mengatakan telah memberikan lampu hijau kepada Dubai Islamic Bank untuk mengakuisisi saham mayoritas di Tamweel, salah satu kelompok pembiayaan properti terbesar emirat.
Langkah strategis ini puncak dari upaya intensif selama beberapa bulan lalu untuk menyelesaikan kebuntuan di Tamweel yang akan memungkinkan perusahaan untuk melanjutkan aktivitas utamanya memberikan kredit perumahan dan pembiayaan real estat.

DIB sekarang akan menjadi pemegang saham terbesar di Tamweel dengan 57,33 persen saham, pemerintah mengatakan dalam sebuah pernyataan Minggu, sebuah tindakan untuk menghidupkan kembali pasar pinjaman properti yang telah menderita terburuk oleh krisis keuangan global.

"Langkah strategis ini adalah puncak dari upaya intensif selama beberapa bulan lalu untuk menyelesaikan kebuntuan di Tamweel yang akan memungkinkan perusahaan untuk melanjutkan aktivitas utamanya memberikan kredit perumahan dan pembiayaan real estat," kata pernyataan.

"Langkah ini akan memberikan momentum baru ke pasar KPR lokal yang telah memasuki fase pemulihan setelah serangkaian langkah-langkah tegas diambil oleh pemerintah setelah krisis keuangan global," tambahnya.

Hanya kurang dari dua tahun lalu, pemerintah UEA mulai proses untuk menggabungkan Tamweel dan kelompok pembiayaan properti lain yang berbasis di Dubai, Amlak Finance, bersama-sama memiliki aset membanggakan mendekati tujuh miliar dolar (lima miliar euro).

Proses merger, yang bertujuan menyiapkan lembaga pembiayaan real estat Islam terbesar di UEA, belum selesai, meskipun saham kedua perusahaan tersebut telah disuspensi sejak saat itu.
Tamweel membukukan kerugian sebesar 14,7 juta dolar (11 juta euro) pada 2009 dibandingkan dengan laba bersih sebesar 125,6 juta dolar (93,20 juta euro) tahun sebelumnya. Pada semester pertama tahun ini mencatat keuntungan 2,6 juta dolar (1,9 juta euro).

Sektor properti Dubai telah terpukul sangat keras oleh krisis ekonomi global dengan harga real estat serta sewa jatuh oleh lebih dari separuhnya.

[Sumber: http://properti.kompas.com/index.php/read/2010/09/27/10114213/Dubai.Islamic.Bank.Akuisisi.Tamweel.-12 ]

Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)

Pasar Bahan Bangunan mulai Bergairah

Pasar bangunan mulai bergairah ditandai dengan meningkatnya permintaan terhadap bahan bangunan selama kuartal ketiga tahun 2010.

"Permintaan akan terus meningkat seiring dengan pertumbuhan pesat industri properti pascakrisis ekonomi global," kata Direktur Marketing HBC (Home Builder Center), perusahaan yang bergerak di bidang supermarket bahan bangunan, Rudy Priambodo, Minggu (26/9).

Peningkatan ini antara lain tecermin dari pertumbuhan penjualan HBC mencapai 20%. Peningkatan penjualan tertinggi tercatat pada penjualan cat sebesar 44%. Seiring peningkatan penjualan tersebut, HBC terus melebarkan jaringan toko bahan bangunan modern ini.

Pada Jumat pekan depan (1/10) HBC kembali membuka gerai ke-17 di Sukabumi, Jawa Barat. Sebelumnya, Jumat pekan lalu HBC juga telah meresmikan beroperasinya gerai HBC di Cengkareng, Jakarta Barat. Hingga akhir tahun 2010 ini HBC menargetkan untuk memiliki lebih dari 20 gerai di berbagai kota di Indonesia.

"Dalam dua tahun ke depan kami ingin memiliki jaringan toko modern lebih dari 100," kata Rudy.

HBC adalah anak usaha PT Kokoh Inti Arebama Tbk (KOIN), salah satu perusahaan distributor bahan bangunan, kimia, dan consumer goods terbesar di Indonesia.

Performa KOIN hingga semester I tahun ini cukup positif. Pada semester I 2010 lalu, perseroan meraup pendapatan sekitar Rp 367 miliar. Angka tersebut naik 30% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang membukukan pendapatan Rp282,78 miliar. KOIN belum lama ini juga memperoleh pinjaman sebesar Rp10 miliar dari perbankan yang dipergunakan untuk memperkuat modal kerja.

Direktur Utama PT Kokoh Inti Arebama Dharmawandi Sutanto meyakini bergairahnya industri properti akan mendorong penjualan sehingga pertumbuhan penjualan sepanjang tahun bisa lebih dari 30%.

Sektor properti memang dipercaya sebagai salah satu sektor yang akan tumbuh pesat pada 2010. Hal ini sejalan prediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,5-6% dan tingkat inflasi yang terjaga sehingga meningkatkan daya beli masyarakat.

Pertumbuhan sektor properti salah satunya dipicu oleh aturan baru mengenai kepemilikan asing di properti. Seperti diketahui, pemerintah berencana memperpanjang hak pakai atas properti di Indonesia dari 25 tahun hingga jangka waktu 70 tahun. Hal tersebut ditengarai berpotensi mendongkrak pertumbuhan di sektor properti.

[Sumber: http://www.mediaindonesia.com/read/2010/09/26/170941/21/2/Pasar-Bahan-Bangunan-mulai-Bergairah]

Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)

Masyarakat Sulsel Butuh 48 Ribu Rumah

MAKASSAR, UPEKS--Bisnis properti di Indonesia termasuk Sulsel merupakan yang terbaik di dunia. Itu dilihat dari sisi harga properti terus naik.

Kondisi demikian tentunya berbeda dengan Malaysia, Singapura yang terus mengalami penurunan harga.

Hal tersebut dipapatkan pengamat properti, Dr Ir Panangian Simanungkalit MSc. Dia menyebutkan, Return Of Invesment (ROI) properti Indonesia merupakan yang terbaik didunia. Dimana Indonesia memiliki ROI sebesar 13,40% dengan predikat penilaian spektakuler. Disusul Manila Filipina dengan ROI sebesar 11,23% dan predikat penilaian spektakuler dan Kuala Lumpur, Malaysia dengan ROI sebesar 8,91% dan predikat penilaian sangat bagus.

"Menurut penelitian, semua orang yang sukses adalah sukses dalam bidang properti," ungkap Panangian, pada seminar prospek strategi investasi properti di Makassar 2010-2014 di Hotel Celebes Makassar.

Sedangkan, lanjut Panangian, prospek pasar perumahan di Makassar sangat bagus. Sulsel adalah pusat pertumbuhan rumah tertinggi di KTI. Kebutuhan rumah setahun mencapai 48 ribu unit. Dipaparkannya permintaan tahun 2010 diwilayah perkotaan 24 ribu unit per tahun. 70% dari 24 ribu atau 16.800 unit rumah dengan harga rata-rata dibawah Rp300 juta. Sebanyak 30% atau sekitar 7.200 unit rumah dengan harga diatas Rp300 juta.

Menurutnya, tahun 2010-2014 ekonomi Indonesia akan bangkit. Dimana bisnis properti booming. Disebutkan pula bahwa empat motor penggerak ekonomi di Indonesia yaitu 12% dari turis hanya 6 juta orang, 12% ekspor, 12% FDI dan 7% konsumsi.

"Prospek ekonomi 2010-2012, pertumbuhan ekonomi 2010 adalah diperkirakan sebesar 5,8%, 2011 sekitar 6,3% dan pada 2011 sekitar 6,7%. Puncak booming properti akan terjadi pada 2014. Sekarang saatnya investasi properti," jelasnya.

Sementara itu, Direktur Panangian School of Property Makassar, Elia Yusuf, mengatakan, tujuan seminar ini lebih kepada memberikan wawasan ke masyarakat akan pentingnya investasi properti.
"Properti adalah investasi yang dimiliki oleh orang-orang sukses, bagaimana melihat peluang. Di Makassar merupakan pusat KTI, oleh karena itu Makassar butuh pengetahuan akan produk properti," tandasnya.

Lantas bagaimana tanggapan dari pengurus REI Sulsel. Ketua Umum DPD REI Sulsel, Jamaluddin Jafar saat dihubungi secara terpisah mengatakan, Sulsel merupakan salah satu barometer pembangunan rumah di KTI. Minat masyarakat membeli rumah di daerah ini memang sangat tinggi. Hal itu terlihat dari penjuala rumah di setiap pengembang. Meski kondisi perekonomian belum pulih betul, namun penjualan rumah masih membaik. "Bisnis rumah di Sulsel memang masih berpeluang besar," ujarnya.

[Sumber: http://www.ujungpandangekspres.com/index.php?option=read&newsid=53288]

Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)

Pesan Kamar Hotel Harris dari Ponsel Pintar

Harris Hotels & Resorts meluncurkan aplikasi WAP yang semakin mempermudah para pelanggan untuk memesan kamar. Aplikasi ini sangat membantu mencari dan memilih hotel, informasi mengenai hotel, foto-foto hotel dan terutama untuk memesan kamar. Pengguna Blackberry juga dapat mengunduh Blackberry launcher di situs harrishotels.com.

“Kami  menciptakan sebuah alternatif baru bagi para pelanggan untuk memesan kamar di hotel kami. Kini para pelanggan Harris dapat dengan mudah mengakses situs dan memesan kamar melalui perangkat telepon dimana pun mereka berada,” kata Rini Wulandari, Corporate Director of Marketing, Tauzia Hotel Management, perusahaan operator Harris Hotels & Resorts. Rini yakin, dengan semakin bertambahnya pengguna smartphones, layanan ini akan makin dikenal
dan digunakan oleh banyak orang”

Harris Hotels & Resorts saat ini terdiri dari enam properti, sedangkan 12 properti lagi yang sedang diselesaikan. Yaitu terdiri dari masing-masing 2 properti di Jakarta, Bandung, Batam Center, Puncak, Sentul, Surabaya, Malang. Kemudian 4 properti lainnya di Bali. Sehingga pada tahun 2012, sebanyak 18 properti dari Harris Hotels & Resorts akan beroperasi dengan jumlah total kamar 2.799 unit.

Kami menciptakan sebuah alternatif baru bagi para pelanggan untuk memesan kamar di hotel kami. Kini para pelanggan Harris dapat dengan mudah mengakses situs dan memesan kamar melalui perangkat telepon dimana pun mereka berada -- Rini Wulandari

[Sumber: http://properti.kompas.com/index.php/read/2010/09/27/10474724/Pesan.Kamar.Hotel.Harris.dari.Ponsel.Pintar-3 ]

Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)

Glenn Alinskie Ingin Buka Bisnis Properti

 Pemain sinetron Glenn Alinskie kini memiliki impian baru selain bermain dalam sebuah sinetron. Impian itu: membuka bisnis properti.

Kekasih pemain sinetron Chelsie Olivia ini sadar tidak selamanya dunia hiburan bisa menopang hidupnya. Apalagi, saat ini semakin banyak muka pendatang baru di dunia industri sinetron.

"Aku juga mau menghabiskan waktu bersama keluarga lebih banyak," ujarnya disela-sela syuting sinetron terbarunya, di jalan Manggis, Persari Lama, Kamis (23/9) malam.

Glenn juga mengatakan jika bisnis properti ini sangat jauh berbeda dengan kegiatannya yang saat ini sedang dilakoninya. "Kalau shuting kita harus datang ke lokasi, tapi kalau bisnis properti kan bisa orang lain yang menanganinya," katanya lalu tersenyum.

Ketertarikan pria berusia 23 tahun ini kepada bidang properti diakuinya sudah sejak lama. Namun, baru dua minggu belakangan ini impiannya dilaksanakan. "Aku sudah bekerjasama dengan orang lain dengan membangun sebuah rumah di daerah Tanggerang dan mudah-mudahan akhir tahun bisa selesai," tuturnya.

Membuka bisnis properti ini juga merupakan salah satu investasi untuk masa depannya kelak jika, dirinya sudah tidak lagi eksis dalam dunia hiburan. "Bisnis ini juga salah satu hobi aku. Aku tertarik karena memang dunia ini sangat menarik untuk dipelajari lebih dalam," paparnya lagi.

Dorongan pun sudah terlontar dari orang-orang terdekatnya, termasuk dari sang kekasih. Bagi Glenn dukungan Chelsie adalah salah satu semangat agar dirinya tidak pantang mundur dengan impiannya tersebut.

[Sumber: http://www.tempointeraktif.com/hg/gosip/2010/09/24/brk,20100924-280211,id.html]

Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)

Peran dan Tanggung Jawab Manajemen dan Pemilik Dipisah

 Pendiri Lippo Grup Mochtar Riady mengungkapkan, di lingkungan usaha Lippo, peran dan tanggung jawab antara manajemen dan pemilik dipisahkan secara jelas.

Hal ini dimaksudkan agar perusahaan bisa berkembang semakin besar sehingga bisa semakin luas dimiliki oleh masyarakat dan bukan didominasi oleh keluarga.

Dalam kaitan itu, pemilihan kalangan profesional di lingkungan usaha Lippo, termasuk penunjukan Theo L Sambuaga sebagai Presiden Lippo Grup, antara lain supaya perusahaan ini bisa semakin maju serta berkembang dan dimiliki masyarakat. Mochtar Riady mengatakan hal itu pada jumpa wartawan di Jakarta, Rabu (22/9/2010), dalam rangka syukuran 60 tahun kiprah Lippo Grup membangun negeri.

Acara itu sekaligus memperkenalkan Theo L Sambuaga yang selama ini dikenal publik sebagai politisi dan Wakil Ketua Partai Golkar. Selain Theo Sambuaga, pada acara itu juga hadir CEO Lippo Grup James Riady dan Vice Chairman Lippo Grup Roy Tirtadji.

Menurut Mochtar, pada masa datang, Lippo Grup harus bisa memberikan profit agar grup tersebut juga bisa memberikan pajak yang lebih besar kepada negara.

”Kepuasan saya adalah telah ikut membantu pemerintah dalam menciptakan lapangan pekerjaan. Oleh karena itu, perusahaan yang sudah dibangun lama seperti Lippo Grup harus bisa dipelihara dengan baik dan berkesinambungan,” ujar Mochtar Riady, yang dalam usia 81 tahun masih berbicara dengan suara yang tegas dan jelas.

Menurut Mochtar, perusahaan yang baik bukanlah perusahaan lebih banyak dikuasai oleh keluarga, melainkan semakin banyak dipunyai oleh masyarakat.

Menurut dia, dalam menjalankan usahanya selama ini, Lippo Grup selalu menjual visi dan masa depan kepada para calon investor.

”Jadi, bukan dengan cara menjual barang yang ada. Ini namanya baru tingkatan salesman nomor tiga. Lippo Grup harus mampu menjadi firstclass salesman. Kita harus mampu untuk meyakinkan investor agar mau membeli visi dan masa depan yang kita tawarkan,” ujarnya.

Menjawab pertanyaan pers, Theo Sambuaga menjelaskan, tugas dia sebagai Presiden Lippo Grup adalah menyinergikan kegiatan usaha di setiap unit usaha kelompok usaha Lippo.

Meski demikian, tutur Theo, dia masih akan tetap menjalankan tugasnya sebagai Wakil Ketua Partai Golkar. Ditanya kemungkinan adanya konflik kepentingan, Theo Sambuaga berkilah bahwa selama 15 tahun terakhir ini, dia juga sudah berkecimpung di dunia swasta. (Tjahja Gunawan Diredja)
Kepuasan saya adalah telah ikut membantu pemerintah dalam menciptakan lapangan pekerjaan. Oleh karena itu, perusahaan yang sudah dibangun lama seperti Lippo Grup harus bisa dipelihara dengan baik dan berkesinambungan.-- Mochtar Riady

[Sumber: http://properti.kompas.com/index.php/read/2010/09/23/19242457/Peran.dan.Tanggung.Jawab.Manajemen.dan.Pemilik.Dipisah.-12 ]

Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)

Singapura Kuasai Pasar Properti Asia

Pasar properti di Asia cenderung meningkat setahun terakhir. Peningkatan itu ditunjukkan dengan kenaikan harga perumahan residensial di sejumlah negara Asia, termasuk Indonesia.

Di antara negara-negara Asia itu, Singapura mencatat kenaikan harga perumahan tertinggi. Harga perumahan residensial di negara itu naik 38,1 persen setahun terakhir.

Menurut Global Property Guide, kenaikan harga perumahan itu didorong rentetan pembelian oleh warga China yang ingin mengambil keuntungan dari pemulihan ekonomi yang kuat di kawasan tersebut. Apalagi, tingkat suku bunga juga cukup rendah.

"Pasar properti sudah meningkat. Permintaan juga cukup marak," kata Tay Huey Ying, direktur untuk penelitian dan konsultasi di Colliers International seperti dikutip dari Forbes, pekan ini.

Bahkan, menurut Tay, harga perumahan residensial untuk periode triwulan terakhir mencatat kenaikan tertinggi sepanjang sejarah yang  sebelumnya terbukukan pada akhir 2009. "Delapan bulan terakhir penjualan cukup cepat," ujar dia.

Setelah Singapura, pasar properti yang tumbuh pesat adalah Hong Kong. Negara ini menerapkan kebijakan yang tidak cukup ketat terhadap pembatasan kepemilikan asing. Akibatnya, sejumlah investor kaya dari China tertarik untuk berinvestasi.

Pertumbuhan tahunan untuk harga perumahan di Hong Kong mencapai 24,5 persen. Selanjutnya, Taiwan, Australia, dan China, mencatat kenaikan harga perumahan sebesar 20 persen, 18,4 persen, dan 8,6 persen.

Global Property Guide mengumpulkan data kenaikan harga perumahan di beberapa negara itu dengan metode penelitian internal, informasi dari akuntansi, dan firma hukum, serta bank sentral dan data statistik nasional.

Matthew Montague-Pollock, penerbit Global Property Guide, di situs web perusahaan mengatakan,"Kami ingin membawa perspektif yang sama yang dilakukan investor saham dengan investasi di perumahan internasional."

Menurut dia, selama ini investor saham menggunakan analisis fundamental yang melihat investasi dari sudut pandang risiko dan return.

Matthew menjelaskan, prospek harga properti di Asia masih cukup kuat. Namun, kenaikan harga dan reaksi pemerintah yang membuat serangkaian kebijakan di sektor properti dapat menahan kecepatan pertumbuhan properti.

Awal bulan ini, Singapura juga memberlakukan beberapa aturan ketat untuk memperlambat pertumbuhan properti. Hong Kong juga menerapkan kebijakan untuk meningkatkan uang muka kredit apartemen mewah, namun berjanji meningkatkan pasokan perumahan.

Lalu, bagaimana dengan Indonesia? Meski tidak setinggi negara-negara tersebut, berdasarkan survei BI, harga dan volume penjualan properti residensial pada triwulan II-2010 meningkat signifikan.

Indeks harga properti residensial masih menunjukkan kenaikan. Secara triwulanan naik 1,04 persen, sedangkan tahunan 2,89 persen. Kenaikan harga yang terjadi sejalan dengan meningkatnya penjualan properti residensial.

Kenaikan harga properti residensial diperkirakan masih berlanjut pada triwulan III-2010, namun dengan kenaikan yang melambat. Sebagian besar responden mengungkapkan penyebab utama kenaikan harga properti residensial berasal dari kenaikan harga bahan bangunan dan upah pekerja.

Berdasarkan tipe rumah, kenaikan harga tertinggi terjadi pada rumah tipe kecil (1,37 persen, qtq). Sementara itu, dari 14 kota besar yang tercakup dalam survei, kenaikan harga properti residensial paling tinggi terjadi di wilayah Bandung (1,78 persen secara qtq).

Responden masih berpendapat bahwa tingginya suku bunga KPR, kenaikan harga bahan bangunan, tingginya tingkat pajak serta sulitnya perizinan/birokrasi merupakan berbagai faktor penghambat bisnis properti.

[Sumber: http://www.tribunkaltim.co.id/read/artikel/67796 ]

Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)

Pertumbuhan Rumah Sulsel 46 Ribu Per Tahun

Pertumbuhan bisnis properti di Indonesia merupakan yang terbaik di seluruh dunia. Sementara itu di Indonesia, Sulsel memiliki pertumbuhan terbaik di kawasan timur Indonesia. Hal itu dijelaskan pakar properti, Panangian Simanungkalit pada seminar properti yang digelar di Hotel Celebes Makassar, Sabtu 25 September.

Seminar tersebut dihadiri sekira 50 peserta dan dihelat Panangian School of Property (PSP), sebuah lembaga pendidikan yang didirikan Panangian Simanungkalit dan diresmikan Akbar Tanjung pada saat menjadi Menteri Perumahan Rakyat 1998.

Pada kesempatan tersebut, Panangian melihat prospek bisnis properti di Sulsel, khususnya Makassar sangat besar. Menurutnya, pertumbuhan rumah di Sulsel mencapai 46 ribu per tahun. Kawasan perkotaan sebut dia sekira 24 ribu unit per tahun sementara di daerah pedesaan sekira 22 ribu unit setiap tahunnya. Dari 24 ribu itu lanjut Panangian, permintaan untuk rumah sederhana dengan harga di bawah Rp 300 juta sebesar 70 persen atau sekira 16.800 unit per tahun. Sisanya, 30 persen atau 7.200 unit di atas Rp 300 juta.

Properti lanjut Panangian diperkirakan akan booming pada 2014, sehingga lanjut pengusaha sukses di bidang properti ini, sekarang waktunya untuk menanamkan investasi. Dia juga memaparkan prospek ekonomi 2010 hingga 2012. Menurutnya, pada 2010 ekonomi nasional tumbuh 5,8 persen dan pada 2012 diperkirakan mencapai 6,7 persen. Inflasi akan merata pada angka 5,5 persen BI Rate pada 2012 akan mencapai 6,75 persen. Dan yang paling menggembirakan sebut dia adalah turunnya suku bunga KPR dari 11 persen pada 2010 menjadi 10 persen pada 2012.

Panangian menambahkan, properti adalah investasi paling aman dibandingkan dengan deposito. Hanya saja kata dia, tentunya tidak boleh sembarangan melangkah dalam bisnis ini, pasalnya diperlukan ilmu dan pengalaman. Untuk itu, dia mengembangkan jaringan PSP ke wilayah Makassar karena melihat prospek Makassar sangat bagus. PSP membuka dua kelas untuk sekolah propertinya, yakni, Certified Property Analyst (CPA) dan Certified Property Developer (CPD).

PSP sudah melahirkan beberapa alumni, bahkan salah seorang alumninya, Elang Gumilang, baru setahun terjun sudah memiliki aset hingga Rp 20 miliar. Elang Gumilang ini, juga salah satu staf pengajar yang akan membagi ilmunya kepada para peserta PSP. Bisnis properti lanjut Panangian tidak akan pernah surut, apalagi dalam tingkat dunia ROI (tingkat laba) properti tertinggi di Indonesia yakni 13,40 persen, Filipina 11,23 persen, Malaysia 8,91 persen, Korea Selatan 8,75 persen, Thailand, 7,64 persen. Untuk negara di Asia, terendah di Singapura sebesar 2,80 persen.

[Sumber: http://news.fajar.co.id/read/105839/45/pertumbuhan-rumah-sulsel-46-ribu-per-tahun]

Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)

Jumat, 24 September 2010

Bisnis Properti Booming 2014, Menpera Minta Jaminan Lahan

Di tengah persaingan bisnis pro­perti yang makin ketat, Ke­men­terian Perumahan Rakyat (Kemenpera) mendorong peme­rin­tah daerah agar menjamin ke­tersediaan la­han perumahan khususnya kelas menengah ke bawah. Tanpa jami­nan tersebut, maka masya­rakat akan makin su­lit mendapatkan perumahan.

Hal itu dikemukakan Men­teri Perumahan Rakyat (Menpera) Su­harso Mo­noarfa di acara penyera­han penghargaan Adiupaya Puri­tama di Jakarta, kemarin. Menurut Suharso, para gubernur, bupati, dan walikota  mesti memberi per­hatian kepada rakyat agar menda­patkan fasilitas perumahan.

“Setiap penduduk harus kem­bali ke rumah. Karena rumah me­rupa­kan lambang kesejahteraan dan kemakmuran sebuah bangsa dan daerah. Jadi, tidak mungkin kepala daerah tidak memikirkan itu,” kata politisi PPP ini.

Hanya saja, lanjut Suharso, per­soalan yang mendasar saat ini ada­lah persoalan lahan. Namun, se­lalu ada jalan untuk menye­le­sai­kan permasalahan tersebut. Dia mencontohkan, di Singapura, se­kitar 90 persen la­han dikuasai oleh negara, se­hingga memu­dah­kan pemerintah melakukan pengatu­ran atas perumahan.

“Langkah yang dilakukan Si­ngapura itu bisa dicontoh oleh pemerintah daerah kita. Kepada gubernur, bupati, dan walikota, diharapkan bisa melakukan yang terbaik untuk masyarakat kita. Problem penyediaan tanah yang kita hadapi, saya yakin pasti bisa kita selesaikan,” paparnya.

Pada kesempatan resepsi ulang tahun Menpera itu, penghargaan diberikan kepada Gubernur Sum­sel Alex Noerdin, Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, Wakil Gu­ber­nur Jatim Saifullah Yusuf, Wali­kota Palembang, Walikota Banda Aceh dan Bupati Malang.

Pengamat peru­mahan Pana­ngian Simanungkalit memper­kirakan, tahun ini bisnis peruma­han nasional akan kem­bali bang­kit dan booming hingga 2014. Selain didukung perbaikan pere­konomian, pertumbuhan pa­so­kan dan permintaan hunian di­to­pang oleh penurunan suku bunga pem­biayaan sektor ini.

“Prospek bisnis perumahan akan tetap bagus hingga 2014,” pungkas Panangian.

[Sumber: hhttp://ekbis.rakyatmerdeka.co.id/news.php?id=4625]

Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)