
foto: benerinrumah.wordpress
Ada ruang yang dapat menampung beberapa aktivitas yang sejenis, artinya aktivitasnya bervariasi. Contohnya aktivitas di ruang keluarga, di dalam ruang keluarga tidak hanya duduk manis dan ngobrol tetapi di ruang keluarga bisa juga untuk tempat menonton televisi, membaca buku, bercengkrama dengan anggota keluarga.
Ini semua tergantung dari perilaku dari pemakai ruang tersebut. Perilaku di ruang tidur lebih jelas dibandingkan perilaku di ruang keluarga (aktivitas yang bervariasi). Berbicara fungsi maka ruang tidur memiliki fungsi yang lebih jelas dibandingkan ruang keluarga yang memiliki fungsi lebih fleksibel.
Kualitas ruang membutuhkan sentuhan pada elemen sentuhan tata ruang dalam, yaitu warna ruang, ukuran, bentuk, furnitur, dan fisika bangunan. Semua elemen tersebut bekerja sama sehingga membentuk suatu kualitas ruang yang nyaman dan indah. Yang pertama kita bahas adalah elemen warna dan ukuran pada suatu ruang.
Warna
Pengaruh warna tidak selalu sama untuk setiap manusia, karena manusia memiliki latar belakang budaya yang berbeda. Belum lagi perbedaan umur, jenis kelamin, dan kondisi mental. Meskipun begitu, manusia memiliki daya tangkap yang sama terhadap warna sebagai respon diri.
Warna dapat memberikan berbagai pesan yang disampaikan oleh perancangnya, seperti pesan status social pemiliknya. Warna dapat pula "mengelabui" ukuran ruang. Ruang sempit akan terasa lebih luas dengan pemakaian warna yang tepat. Begitu pula untuk ruang yang sangat besar, sehingga kesan akrab berkurang, dapat disiasati dengan menggunakan warna gelap pada beberapa sisi ruang. Tapi pemakaian yang berlebihan juga menghasilkan kualitas ruang yang rendah, karena pesan perancangnya tidak disampaikan dengan baik, bahkan bisa salah tangkap.
Ukuran
Ukuran ruang bersifat pasti. Awal ruang sudah diukur dengan ukuran tertentu dan diolah sehingga memiliki bentuk yang jelas, artinya tidak dapat dirubah sekehendak hati. Kecuali ruang tersebut dibatasi menggunakan pembatas ruang yang masih dapat
diubah posisinya. Ruang membesar atau mengecil.
Ukuran ruang dirasakan oleh manusia sebagai pemakai. Ruang terlalu sempit atau ruang terlalu besar, mudah dirasakan jika ukurannya tidak sesuai dengan tubuh manusia. Manusia dapat merasakan tidak begitu kecil, tidak memiliki daya dan upaya bila berhadapan dengan Tuhan, pada saat itulah manusia dapat khusuk berdoa. Maka hampir di semua rumah ibadah, dibuat dengan langit langit tinggi, ruangan luas, kolom begitu besar. Berbeda dengan yang ruang kelas yang penuh sesak, sehingga murid
murid tidak nyaman memakainya.
Sumber : www.property.okezone.com/warna-bisa-menipu-tampilan-ruang
Cari rumah..?? Propertykita Lebih banyak pilihanya...!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar