
foto: benerinrumah.wordpress
sampai bangun tidur.
Aneh rasanya, kalau aktivitas tidur tersebut berada di ruang tamu. Jadi jelaslah kalau setiap jenis aktivitas tidak dapat diletakkan pada ruang yang tidak sesuai.
Kualitas ruang membutuhkan sentuhan pada elemen sentuhan tata ruang dalam, yaitu warna ruang, ukuran, bentuk, furnitur, dan fisika bangunan. Semua elemen tersebut bekerja sama, sehingga membentuk suatu kualitas ruang yang nyaman dan indah. Pada bagian kedua ini akan dibahas mengenai elemen furnitur dan fisika bangunan.
Furnitur
Funitur yang digunakan sesuai dengan fungsi ruang dan menentukan perilaku pemakainya. Tidak mungkinlah ruang tidur tidak memiliki tempat tidur atau ruang makan tidak memiliki meja makan. Ruang yang tidak memiliki furnitur sesuai dengan fungsinya, maka ruang tersebut kurang dapat berfungsi dengan baik.
Pemakaian furnitur yang tepat juga akan mempengaruhi perilaku pemakainya. Bisa dibayangkan bila ruang kelas bermain, tidak memiliki bangku mungil warna-warni, tetapi menggunakan kursi kulit besar seperti kursi di zaman kolonial. Betapa sengsaranya anak-anak tersebut untuk dapat duduk nyaman sambil mewarnai.
Begitu pula dengan penataan furniturnya. Jumlah furnitur yang berlebihan pada sebuah ruang, tidak indah dan nyaman tapi justru semrawut dan sesak. Ukuran furnitur yang tidak sesuai dengan ukuran ruang juga mempengaruhi kenyamanan pemakaian
ruang.
Fisika Bangunan
Meskipun judulnya fisika bangunan, sebenarnya tetap berdasarkan kenyamanan ruang. Agar pemakai merasa nyaman di dalam ruang, aspek suara, tempratur ruang, dan pencahayaan yang masuk ke dalam ruang. Ruang yang butuh ketenangan tetapi pada kenyataannya begitu berisik, sehingga kegiatan di dalamnya tidak dapat berjalan dengan baik. Begitu juga dengan ruang yang panas, artinya suhu dan kelembaban tinggi. Belum lagi cahaya alami yang masuk tidak sesuai dengan kebutuhan, terlalu gelas atau bahkan terlalu terang.
Ruang yang panas, bisa disiasati dengan sirkulasi udara. Angin masuk dari salah satu dinding dan keluar di sisi yang lain dan menyeberang ruang. Bila bukaan dinding hanya satu sisi saja, berarti belum berhasil sebagai sirkulasi udara. Maka tidak heran bila ruang yang dibuka pada satu sisi dinding saja tetapi tidak terasa sejuk, karena memang belum ada pertukaran udara.
Semua harus sesuai dengan kebutuhan. Suara dari luar bangunan memang tidak mudah dihalau tanpa trik yang jitu. Bisa menggunakan buffer tanaman atau dinding, sehingga suara yang harusnya masuk ke dalam ruang dipantulkan kembali. Meskipun ada sedikit polusi suara yang masuk tetapi tidak mengganggu aktivitas di dalam ruang.
Ruang yang panas, bisa disiasati dengan sirkulasi udara. Angin masuk dari salah satu dinding dan ke luar di sisi yang lain dan menyeberang ruang. Bila bukaan dinding hanya satu sisi saja, berarti belum berhasil sebagai sirkulasi udara. Maka tidak heran bila ruang yang dibuka pada satu sisi dinding saja tetapi tidak terasa sejuk, karena memang belum ada pertukaran udara.
Cahaya alam yang begitu berlimpah, gratis pula, harusnya dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin. Tetapi perlu cara untuk memanfaatkannya, jangan sampai panasnya masuk ke dalam ruang. Diusahakan cahaya dapat masuk secara maksimal tetapi panasnya dapat dihalau ke luar ruang.
Ketiga aspek fisika bangunan tersebut tidak dapat dirancang masing masing, akan lebih baik dirancang dalam satu kesatuan desain yang ciamik. Tanpa ada salah satu menjadi korban.
Sumber : www.property.okezone.com/trik-menutupi-kekurangan-pada-hunian
Cari rumah..?? Propertykita Lebih banyak pilihanya...!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar