
foto: property malaysia/iproperty
Seperti dilansir Property Report, Jumat (6/1/2012), Bank Negara Malaysia mulai memberlakukan pedoman baru untuk kredit atau pinjaman perumahan terhitung sejak Januari 2012. Batas jumlah kredit akan didasarkan pada {net pay} atau sesudah dikenakan pajak bukan {gross pay} sebelum dikenakan pajak.
Adapun tujuan bank Pemerintah Malaysia ini adalah untuk mengurangi utang rumah tangga di negaranya. Perubahan ini dinilai sejumlah ekonom akan sangat mempengaruhi pertumbuhan pasar properti Malaysia yang sedang menanjak positif.
Hal tersebut juga akan berdampak besar pada tingkat pembelian properti oleh kelompok masyarakat usia muda (20-30 tahunan) yang selama ini sangat dominan. Hal ini tentu akan menjadi kesulitan besar bagi para investor muda.
Professional properti di sana mengatakan para investor muda mungkin tidak akan lagi memperoleh laba hingga 20 persen pada tahun-tahun depan. Keuntungan pajak properti terlihat nyata pada 2010 lalu, yang mana diberlakukan pajak lima persen untuk setiap properti yang berhasil terjual dalam jangka waktu lima tahun.
Banyak dari investor muda Malaysia tersebut, yang rata-rata membeli bangunan atau rumah, kemudian difungsikan sebagai studio sewa maupun kantor bersama rekan-rekannya. Untuk itu hal yang dinilai akan berdampak negatif ini, kiranya perlu ditinjau kembali oleh pemerintah dan perbankan negeri Malaysia.
Sumber : www.property.okezone.com/properti-malaysia-tak-ramah-bagi-investor-muda
Cari rumah..?? Propertykita Lebih banyak pilihanya...!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar