
Hal ini ditepis oleh pengembang, kenapa? rumah mahal sengaja dijual karena infrastruktur pada kawasan tersebut telah terbentuk. Sehingga komunitas pun ramai, yang menjadikan nilai kawasan lebih tinggi dibandingkan 5-10 tahun lalu.
"Harga mahal itu tergantung. Ada di fase mana? Mereka lihatnya sekarang," jelas Direktur Marketing PT Alam Sutera Tbk (ASRI), Lilia Sutera saat berbincang dengan detikFinance, Kamis (5/1/2012).
"Kalau gede (mahal) karena yang kecil-kecil udah banyak. Tinggal di lokasi tertentu. Infrastruktur juga telah terbangun. Selama membangun itu, kita kan butuh duit kembali," ucap Lilia.
Ia mencontohkan, bagaimana di awal pembangunan Alam Sutera menyediakan rumah dengan harga terjangkau, tipe kecil seharga Rp 200 juta. Nilai banyak dilakukan oleh pengembang. Alasannya, perseroan ingin menciptakan komunitas baru, yang membaur dengan penduduk asli.
"Kalau mulai akan dengan tipe kecil. Kita tidak ingin banyak berbeda dengan penduduk asli, sehingga tidak ada social gap dan penduduk asli juga bisa menyerap rumah kami," tuturnya.
Dalam memulai proyeknya, perseroan selalu mengutamakan kualitas hidup keluarga. Caranya dengan menghadirkan pendidikan berkualitas di Serpong. Berjalannya waktu, komunitas hadir dengan pola pikir baik dan bernalar bagus.
"Waktu pertama sekali kita membangun jaman rikiplik, tahun 80-an adalah sekolah. Dengan demikian, orang jauh-jauh mau datang disini. Lama-lama membeli rumah, kemudian senang. Saat komunitas ada, perlu ritel, hiburan. Maka saat ini kami terus membangun itu," imbuhnya.
Sumber : www.finance.detik.com/ini-alasan-pengembang-jual-rumah-dengan-harga-mahal
Cari rumah..?? Propertykita Lebih banyak pilihanya...!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar