Properti di Jakarta seolah berada di atas angin lantaran sejak Desember lalu tercatat telah berhasil mendirikan sekira 18.140 kondominium yang atau bertambah 8.088 unit pada sepanjang 2011.
Melihat ini, pengembang makin bergairah dalam membangun hunian vertikal untuk mengakomodasi tren yang memang tengah booming sejak beberapa tahun tersebut. Demikian yang disitat dari Property Report, Jumat (13/1/2012).
Menurut penelitian Cushman and Wakefield Indonesia, untuk properti komersial seperti perkantoran di central business distric (CBD) bertumbuh dari 5,5 persen poin pada 2010 terhadap tahun ini yang mencapai 90,7 persen.
Hal ini mencerminkan bagaimana Jakarta dalam beberapa tahun terakhir telah mengambangkan super blok di mana penduduk urabn dapat memiliki rumah ideal mereka di dekat untuk tidak hanya bekerja, tetapi juga fasilitas komersial, sosial, dan rekreasi, seperti mal dan rumah sakit.
Meski demikian refleksi tata kota atas pertumbuhan properti tersebut berkata lain. Efek yang ditimbulkan adalah karut marutnya tata letak kota.
Hal tersebut dibenarkan Pakar Perencanaan Kota Universitas Tarumanegara Suryono Herlambang yang menyatakan, dampaknya tidak hanya ruang terbuka saja yang semakin kurang, tetapi juga karena adanya overdevelopment yang terpusat.
"Contohnya adalah pusat bisnis superblok dan kemacetan lalu lintas yang kerap menjadi masalah," ujar Suryono.
Sebagai bayarannya, Jakarta juga menjadi hutan beton yang dapat menyebabkan kontroversi, sementara permintaan tinggi untuk pengembangan properti dan kemajuan ekonomi di tahun berikutnya meninggalkan pertanyaan besar. Apakah Jakarta akan siap menjadi kota internasional baru?
Sumber : www.property.okezone.com//2012-pertumbuhan-properti-di-jakarta-subur
Cari rumah..?? Propertykita Lebih banyak pilihanya...!!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar