Tampilkan postingan dengan label perabot. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label perabot. Tampilkan semua postingan

Kamis, 12 Mei 2011

Sentuhan Elemen Air di Ruang Keluarga


Bila mendengar gemericik air, bagaimana perasaan Anda? Tenang dan sejuk jawabannya. Nuansa tenang dan sejuk ini bisa Anda aplikasikan dalam ruang keluarga. Acara berkumpul bersama keluarga akan semakin menyenangkan.

Seperti Anda ketahui, elemen air sebagai salah satu cara kedekatan dengan alam di dalam hunian memiliki karakter kuat. Dari segi estetika, air membawa nilai keindahan. Sementara dari sisi psikologis, air membawa efek menentramkan dan meneduhkan.

Aplikasi elemen air di dalam rumah biasanya diwujudkan lewat kolam ikan atau kolam dengan air mancur. Di kedua bidang ini pastinya memerlukan lahan yang cukup untuk kolamnya. Maka penempatannya bisa di lahan belakang rumah atau halaman depan.

Inspirasi elemen air seperti terlihat pada gambar, adalah waterfall mini di area ruang keluarga. Ruang keluarga ini seolah memadukan area basah dan kering. Area basah menempatkan meja kursi berbentuk balok dilengkapi waterfall mini. Air yang jatuh kebawah akan membasahi batu-batu alam dan lantai kayu. Jadi Anda bisa bersantai dengan duduk-duduk di area basah ini.

Sementara untuk tatanan ruang keluarga yang kering, tetap terlihat hangat lewat pencahayaan dan interior di dalamnya. Sofa empuk dan karpet putih semakin menguatkan kesan hangat. Meski sedikit terpisah, Anda tetap dapat menikmati gemericik air meski di area ruang keluarga yang hangat.


Sumber : www.roperti.kompas.com/Sentuhan.Elemen.Air.di.Ruang.Keluarga
Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)

Senin, 09 Mei 2011

Bikin Taman yang Perawatannya Tidak Merepotkan

Taman itu harus rimbun, diberi pupuk, dan tidak lupa disiram setiap hari. Terdengar merepotkan, ya ? Padahal tidak harus semerepotkan itu, kok .
Anggapan bahwa memiliki taman akan menambah repot mengurus rumah, seringkali membuat kita enggan membuat taman. Akhirnya lahan kosong dibiarkan terbengkalai, atau justru ditutup semen untuk dijadikan ruangan tambahan.

Padahal keberadaan taman sangat banyak fungsinya. Selain untuk mempercantik hunian, juga sebagai penyejuk udara. Sudah bukan rahasia, kan , bahwa tanaman bisa menghasilkan oksigen dari hasil fotosintesa. Oksigen yang dilepaskan ini tentunya akan sangat membantu agar udara di sekitarnya menjadi lebih segar.

Punya lahan, biarpun kecil, di sudut rumah, mengapa tidak dimanfaatkan menjadi taman mungil? Cukup tutup dengan rumput, tempatkan beberapa tanaman - boleh juga tanaman pot, kemudian tempatkan juga beberapa hardscape sebagai percantikan, jadilah sebuah taman sederhana.

Taman sesimpel ini membutuhkan perawatan yang sama simpelnya. Tidak perlu menyiramnya setiap hari, lakukan penyiraman hanya ketika media tanamnya sudah mulai kering. Jumlah tanaman yang tidak terlalu banyak juga mempersingkat waktu kita menyiangi daun-daun kering, dan memberi pupuk jika memang perlu.

Walaupun tidak banyak tanaman, bukan berarti taman tidak bisa dinikmati kecantikannya. Salah satu buktinya, taman di foto ini. Hamparam rumput dan beberapa tanaman sudah bisa jadi taman, dipercantik dengan adanya beberapa stepping stone dan taburan koral putih. Mulai termotivasi untuk membuat taman juga? Selamat mencoba!


Sumber : www.properti.kompas.com/Bikin.Taman.yang.Perawatannya.Tidak.Merepotkan 
Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA A

Kamis, 29 April 2010

Si Rotan yang Asli Indonesia

Kita mengenal Indonesia sebagai negara yang kaya dengan sumber daya alam. Dan salah satu yang sangat terkenal adalah rotan. Tapi tahukah Anda bahwa Indonesia memasok 70% kebutuhan rotan dunia? Ini berarti, lebih dari setengah total produksi rotan kita dipakai oleh negara-negara lain di dunia. Dan kota Cirebon menjadi pusat industri kerajian dan mebel rotan terbesar di Indonesia. Nah, sebagai bangsa Indonesia, kita boleh bangga karena dunia mengenal kita melalui rotan. Tapi sudahkah Anda mengenal banyak tentang rotan dan memakainya sebagai bagian dari interior rumah Anda?


Asli dan sintesis
Bahan rotan biasanya dipakai sebagai bahan baku furnitur, misalnya kursi, meja tamu, serta rak buku. Dan keistimewaan rotan yang tidak dimiliki oleh bahan kayu adalah bahannya yang ringan, kuat, elastis/mudah dibentuk, serta murah. Ini yang membuat mebel rotan mudah ditemukan di banyak rumah di Indonesia. Tapi bahan rotan yang asli kurang tahan terhadap perubahan cuaca, meskipun sangat cocok untuk ditempatkan di taman rumah. Selain itu, rotan asli juga gampang terkena kutu bubuk atau rayap. Tapi tidak usah khawatir dan mengurungkan niat Anda untuk membeli furnitur berbahan rotan. Karena sekarang sudah banyak yang menjual furnitur rotan berbahan sintesis yang punya kelebihan lebih banyak daripada rotan yang asli.
Rotan sintetis memiliki daya tahan yang cukup tinggi terhadap sinar matahari langsung, hujan, dan perubahan cuaca panas ataupun dingin. Selain itu, juga tahan terhadap kelembaban, air laut, maupun air yang mengandung klorin, sehingga dapat dicuci. Dan yang terpenting, tidak akan mendatangkan rayap.


Tips dan trik perawatan
Meski berbahan sintesis yang tahan lama, tapi bukan berarti Anda tidak perlu merawatnya dengan rutin. Berikut adalah tips untuk merawat dan membersihkan furnitur rotan Anda:  
- Cuci dengan menggunakan detergen yang tidak terlalu pekat untuk membersihkan debu dan kotoran yang ada di sela-sela furnitur. Setelah itu, pakailah lap kering untuk mengeringkannya sebelum diangin-anginkan. Anda dapat melakukannya setiap 1 bulan sekali.
- Bersihkan seminggu sekali dengan lap kering untuk menghilangkan debu-debu yang menempel dan jangan gunakan cairan kimia karena dapat merusak rotan.
- Letakkan perabot dari rotan di tempat yang tidak terkena hujan dan sinar matahari secara langsung. Hal ini dapat membuat furnitur Anda menjadi cepat pudar, kering sehingga mudah rusak.
- Agar tetap kelihatan indah, Anda dapat mengecatnya bila warna rotan sudah kelihatan pudar.


Merry Sondang/berbagai sumber
Foto: doc.net

Selasa, 20 April 2010

Furnitur Aman Buat Anak


Perabot yang indah dan nyaman bisa saja melukai anak-anak. Meja, kursi, lemari, kompor, oven, atau furnitur yang memiliki pinggiran dan ujung yang tajam, mudah retak, mengandung bahan kimia berbahaya, mudah jatuh, dan sebagainya bisa menjadi media ‘ampuh’ untuk membahayakan mereka.

Sebuah penelitian di Amerika Serikat, ada sekitar 8000-10000 balita dan anak kecil yang mengalami luka-luka, kecelakaan hingga kematian setiap tahunnya karena penggunaan perabot yang kurang aman di rumah.

Agar buah hati Anda tidak mengalami hal yang demikian, coba perhatikan hal-hal berikut ini:

1. Ganti atau pindahkan perabot yang terbuat dari kaca. Tampilannya yang transparan dan ‘dingin’ seringkali menarik perhatian anak-anak. Mulai dari menyentuh, bermain diatas permukaannya hingga tak sengaja terbentur kaca. Belum lagi, jika ada pinggirannya yang retak/patah, jelas-jelas membayangkan anak-anak.

2. Lebih aman gunakan perabot kayu. Perhatikan juga bahan pelapisnya (pernis), apakah mengandung zat organik berbahaya atau tidak. Jangan yang mengandung bahan kimia sehingga membahayakan pernapasan.

3. Lengkapi ujung atau setiap pinggiran meja dan permukaan yang tajam dari perabot Anda dengan lapisan pengaman khusus. Anda bisa membelinya di supermarket khusus perabot. Biasanya masih merupakan produk luar negeri.

4. Pasang pengait yang bisa membantu menutup lemari pakaian, rak/kabinet buku, rak kaset dan DVD. Sehingga anak-anak tidak bisa membuka dan mengacak-acak isi didalamnya.

5. Hindari meletakkan barang-barang yang berat di bagian atas lemari/rak. Jika anak Anda tak sengaja menyenggolnya, lemari / rak (yang rendah) bisa goyang dan jatuh menimpa anak. Ada tali pengait diantara dinding dan lemari yang bisa digunakan untuk menjaga lemari tidak mudah jatuh saat anak membuka dan menarik laci.

6. Jangan menyimpan dan memajang mainan, boneka serta buku cerita di rak yang tinggi (tidak terjangkau oleh anak). Mereka akan berusaha memanjat dan bisa terjatuh jika tidak hati-hati.

Sumber : http://www.propertykita.com/read/articles/316/Perabot/Furnitur-Aman-Buat-Anak