Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan

Jumat, 20 Mei 2011

Kabupaten Buton di Sultra Kekurangan 7.648 Rumah


JAKARTA, Kabupaten Buton di Provinsi Sulawesi Tenggara saat ini memiliki kekurangan sebanyak 7.648 rumah. Untuk mengatasi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Buton saat ini telah menyediakan lahan seluas 5 hektar (ha) untuk kawasan siap bangun (Kasiba) khusus untuk pembangunan perumahan bagi masyarakat.

"Kebutuhan rumah atau backlog di Kabupaten Buton saat ini berjumlah sekitar 7.648 unit rumah. Untuk itu, kami berharap Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) bisa membantu untuk pembangunan rumah bagi masyarakat di daerah kami," ujar perwakilan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Buton, Nurul Kudus, saat mendampingi Komisi I DPRD Kabupaten Buton ketika melakukan audiensi dengan perwakilan Deputi Bidang Perumahan Swadaya di kantor Kemenpera beberapa waktu lalu.

Menurut Nurul Kudus, adanya program bantuan stimulan perumahan swadaya sangat dibutuhkan oleh Pemkab. Pasalnya, kebutuhan rumah di daerah juga terus meningkat seiring dengan semakin pesatnya perkembangan pembangunan di daerah.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, pihaknya juga berupaya memiliki data pasti terkait angka kebutuhan rumah masyarakat serta Rencana Pembangunan Perumahan dan Permukiman di Daerah (RP3D) yang mengacu pada Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang ada. "Kebutuhan rumah baik untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) maupun para PNS di daerah kami juga cukup besar," terangnya.

Adanya data backlog perumahan tersebut, ungkapnya, tentu akan mempermudah kami dalam membuat program pembangunan perumahan dan permukiman. "Kami juga memiliki masterplan rumah serta lahan sekitar 5 ha yang nantinya disiapkan untuk Kawasan Siap Bangun (Kasiba) untuk perumahan masyarakat di daerah Kecamatan Gu," tandasnya.

Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Buton Hasmin Ilimi menuturkan, pihak DPRD Kabupaten Buton sangat mendukung program pembangunan rumah bagi masyarakat miskin yang dilakukan oleh Kemenpera. Apalagi, saat ini ada program pembangunan rumah murah bagi masyarakat sehingga harganya bisa terjangkau oleh masyarakat yang berasal dari kalangan ekonomi menengah ke bawah.

"Adanya Kasiba di Kabupaten Buton merupakan salah satu persiapan daerah kami untuk membangun perumahan ke depan. Kami juga berharap ke depan Kemenpera bisa membantu dalam pembangunan rumah susun serta peluang pembangunan rumah masyarakat miskin dengan dana sharing antara APBN dan APBD," ujarnya.

Sementara itu, Asisten Deputi Sumber Daya Swadaya Deputi Bidang Perumahan Swadaya Kemenpera Bambang Murwono menjelaskan, saat ini Kemenpera juga memiliki program bantuan stimulan perumahan swadaya sebagai upaya memacu pembangunan rumah di daerah. Namun, karena jumlah bantuannya yang terbatas, maka bantuan itu tidak bisa mencapai semua kabupaten/kota di Indonesia.

"Tahun 2011 ini kami memiliki target sekitar 12.500 untuk program fasilitasi dan stimulasi pembangunan rumah swadaya. Tentunya program tersebut kami laksanakan untuk membantu masyarakat dalam membangun rumah secara swadaya," terangnya.

Lebih lanjut, Bambang menuturkan, adanya penyediaan lahan atau land banking oleh pemda setempat tentunya sangat dibutuhkan sebagai upaya antisipasi pengembangan daerah di masa yang akan datang. Namun, pemda juga perlu mengelola tanah yang dimiliki saat ini dengan baik sehingga aset tanah tersebut tidak hilang atau dibagi-bagi kepada masyarakat secara gratis.

"Pengawasan serta dukungan dari anggota DPRD di daerah juga diperlukan sehingga program perumahan dapat berjalan dengan baik," katanya.

Sumber : www.properti.kompas.com/Kabupaten.Buton.di.Sultra.Kekurangan.7.648.Rumah
Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)

Kamis, 19 Mei 2011

Sinar Mas Bangun Mal Baru di BSD


Jakarta - Sinar Mas Land membangun mal baru di atas lahan seluas 24 hektar di BSD City tahap II. Mal bernama The Breeze ini rencananya akan mulai beroperasi sebelum Juni 2012.

Menurut Director Asset Management Sinar Mas Land Andreas Kartawinata, luas bangunan mal baru ini bakal mencapai 5.000 meter persegi.

"Mal ini dibangun di kawasan BSD Green Office Park di kawasan BSD City Tangerang," ujar Irawan dalam siaran pers, Kamis (19/5/2011).

Andreas mengatakan, Mal baru ini hanya akan memiliki 3 lantai saja. Namun manajemen bakal menyuguhkan pemandangan sungai Cisadane di mal tersebut.

"Semua cafe di The Breeze akan menghadap ke Danau buatan dan sungai Cisadane. Danau buatan ini dilengkapi dengan filterisasi air, sehingga air danau tetap jernih," katanya.

Namun Andreas tidak menjelaskan berapa dana yang dihabiskan oleh Sinar Mas Land untuk membangun mal baru yang katanya telah memenuhi standarisasi green building dari badan sertifikasi internasional yang berkantor pusat di Singapura tersebut.

The Breeze memiliki konsep penggabungan antara Entertainment and Leisure. Sejumlah 45% dari jumlah tenant untuk kategori Food and Beverage, dan 55% lainnya untuk Supermarket, Fitness Centre, Gadget, Accessories, Beauty & Pampering dan Cinema. Hero Supermarket dengan kelas Premium akan menempati lokasi seluas 3.000 m2 di The Breeze.

Sumber : www.detikfinance.com/sinar-mas-bangun-mal-baru-di-bsd
Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)

Tahun Ini, 3 Jalan Tol Baru Dibangun di Jawa Barat

JAKARTA - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengungkapkan akan ada pembangunan tiga tol baru di Jawa Barat tahun ini. Pembangunan tol ini dilakukan guna memperlancar transportasi di Bandung.

Dia menjelaskan untuk mengatasi kemacetan dalam jangka pendek tentu manajemen transportasi harus diperbaiki. Menurutnya, jumlah kendaran umum kecil jumlahnya sangat banyak, akan tetapi yang diangkut itu sedikit.

"Kita kedepan harus mengembangkan publik transportasi dimana mobilnya satu tapi yang diangkut banyak. Kita akan mengkoordinasi dengan walikota masing-masing," ujar Ahmad di kantor Menko Perekonomian, Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (19/5/2011).

Namun menurutnya, yang menjadi perhatian khusus adalah rencana pembangunan tiga jalan tol baru di Jawa Barat, yang diklaim dapat memperlancar transportasi di Bandung, khususnya di Bandung Raya. "Satu tol Bandung intra Urban Tol Road (BUTR). Itu membentang dari Pasteur sampai ke Ujung Berung sampai ke Cileunyi membelah kota," jelasnya.

Kedua adalah jalan tol Cisumdau, Cileunyi Sumedang Dauwan, dia mengungkapkan dengan dibangunnya tol ini akan memperlancar arus pergerakan barang dan orang di wilayah Bandung kawasan cirebon.

"Jadi kepadatan kota akan berkurang. Karena kota Bandung menjadi padat karena dilewati. Orang mau ke cirebon lewat bandung, orang ke tasik dan ke Garut juga kan lewat Bandung. Kalau ada tol kan tidak lewat kota Bandung jadi lewat tol, sehingga itu akan mengatasi kepadatan," tuturnya.

Terakhir adalah pembangunan tol Saroja. Soreang Pasir Koja. Dia menuturkan, Soreang adalah kabupaten Bandung, karenannya banyak kawasan industri, kawasan perekonomian, sehingga perlu ada jalur yang menghubungkan antara kawasan industri kabupaten Bandung ke kota Bandung nya.

"Itu cukup padat. Kalau tol jadi, ini jadi cukup lancar. Kemudian kereta api seperti Bandung Rancaekek, Bandung-Garut, itu akan ada revitalisasi. Pembangunan ketiga tol tersebut. Insya Allah tahun ini mulai," tegasnya.

Ketika dikonfirmasi berapa anggaran yang harus dikeluarkan, dia mengaku tidak mengetahui secara detailnya. "Yang jelas untuk tol BUTR saja anggaran pembebasan lahan ditambah untuk kontruksi sampai Rp8 triliun. Itu baru satu," ucap dia.

Anggaran tersebut, tambahnya, berasal dari APBN dan tidak ada intervensi pihak swasta di dalamnya. "Melibatkan konstruksi itu APBN, pembebasan lahannya BUMD Jawa Barat. PT Jasa Sarana. Ga ada (pihak swasta) BUMD kan swasta-nya pelat merah lah," tukasnya.

Sumber : www.economy.okezone.com/tahun-ini-3-jalan-tol-baru-dibangun-di-jawa-barat
Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)

St Moritz Gelar "Topping Off" Menara The Royal Suite

 Dari kiri ke kanan: Ivan Setiawan Budiono (CEO Housing & Land PT Lippo Karawaci Tbk), Drs. H. Burhanuddin MM (Walikota Jakarta Barat) dan Budhi Gozali (Direktur The St. Moritz Penthouses & Residences) bersama-sama menekan tombol sirene penanda simbolis topping off menara apartemen The Royal Suite Tower The St. Moritz Penthouses & Residences, Puri Indah, CBD Jakarta Barat. Menara apartemen The Royal Suite Tower The St. Moritz Penthouses & Residences terdiri dari 37 lantai dan meliputi 227 unit dan seluruh unit sudah terjual habis

JAKARTA, PT Lippo Karawaci Tbk. (“LPKR”) hari Kamis (19/5/11) melaksanakan topping off menara apartemen The Royal Suite Tower @ The St. Moritz Penthouses & Residences, Puri Indah, CBD Jakarta Barat.

Pelaksanaan seremonial topping off The Royal Suite Tower tersebut dilakukan Burhanuddin (Walikota Jakarta Barat), Ivan Setiawan Budiono (CEO Housing & Land PT Lippo Karawaci Tbk) dan Budhi Gozali (Direktur The St. Moritz Penthouses & Residences) serta pimpinan Lippo Group lainnya.

“Ini merupakan topping off menara apartemen yang kedua di kawasan hunian dan bisnis terpadu (mixed-use) The St. Moritz Penthouses & Residences setelah The Ambassador Suite Tower. Ini merupakan bukti komitmen Lippo Group untuk secepatnya menghadirkan kawasan hunian dan bisnis terpadu (mixed-use) dengan konsep global city di CBD Jakarta Barat,” jelas Ivan Setiawan Budiono, CEO Housing & Land PT Lippo Karawaci Tbk.

Menara apartemen The Royal Suite Tower terdiri dari 37 lantai dan meliputi 227 unit. “Seluruh unit telah terjual habis karena memang unit-unit apartemen The St. Moritz Penthouses & Residences sangat diminati oleh masyarakat karena sesuai kebutuhan dan keinginan pembeli,” kata Budhi Gozali, Direktur The St. Moritz Penthouses & Residences.

“Selain itu, sekarang ini harga unit-unit apartemen di The Royal Suite Tower sudah naik pesat dibandingkan pada saat launching. Ini tentu saja menjadikan proyek The St. Moritz Penthouses & Residences bukan hanya sangat nyaman untuk ditinggali karena kelengkapan fasilitas 11–1 world class, tapi juga investasi yang luar biasa menguntungkan,” tambah Budhi Gozali.

Seperti diketahui, pembangunan kawasan hunian dan bisnis terpadu (mixed-use) The St. Moritz Penthouses & Residences membawa dampak yang sangat signifikan terhadap nilai tambah properti di kawasan CBD Jakarta Barat dan sekitarnya.

Hingga saat ini, harga tanah di kawasan CBD Jakarta Barat dan sekitarnya telah mengalami kenaikan mencapai Rp 15 juta per meter persegi. Dibandingkan dengan harga unit apartemen di kawasan hunian dan bisnis terpadu (mixed-use) The St. Moritz Penthouses & Residences, maka harga apartemen di The St.

Moritz Penthouses & Residences terhitung sangat terjangkau karena mampu memberikan nilai tambah yang sangat banyak lewat kehadiran berbagai fasilitas dengan standar internasional.

Indikatornya adalah kenaikan harga penjualan unit apartemen The St. Moritz Penthouses & Residences dari tahun ke tahun. Pada tahun 2008, saat kawasan hunian dan bisnis terpadu (mixed-use) The St. Moritz Penthouses & Residences pertama kali diluncurkan, harga penjualan berkisar pada harga Rp 12 juta per meter persegi.

Tiga tahun berselang, persisnya pada tahun 2011, harga penjualan telah mencapai pada harga Rp 20 juta per meter persegi. Saat keseluruhan proyek selesai pada tahun 2015, harga apartemen diperkirakan akan mencapai Rp 40 juta per meter persegi.

Lebih dari itu, ke depan, para calon pembeli dipastikan akan memperoleh banyak keuntungan, prestise dan nilai tambah properti karena pada tanggal 5 Mei 2011, telah ditandatangani perjanjian kerjasama dengan JW Marriott yang akan membuka hotel di kawasan hunian dan bisnis terpadu (mixed-use) The St. Moritz Penthouses & Residences: The JW Marriott Hotel West Jakarta St. Moritz. Hotel mewah tersebut akan menjadi hotel internasional berbintang lima pertama dan satu-satunya di luar area segitiga emas CBD.

“Harga unit–unit apartemen di The St. Moritz Penhouses & Residences akan naik terus dengan semakin komplitnya fasilitas dunia di The St. Moritz Penhouses & Residences dan pembangunan infrastruktur jalan yaitu JORR W2. Jadi, sekarang ini merupakan kesempatan terbaik untuk membeli unit-unit apartemen The St. Moritz Penthouses & Residences. Unit-unit yang masih tersedia yaitu di The New Royal Suite Tower dan The New Ambassador Suite Tower. Jangan sampai ketinggalan,” saran Budhi Gozali.

The St. Moritz Penthouses & Residences merupakan satu–satunya kawasan hunian dan bisnis prestisius di Indonesia yang memiliki 11 fasilitas dunia di dalam 1 lokasi. Fasilitas tersebut antara lain Luxury Living Condominiums, 500 Suites Five-Star Hotel, Clubhouse, Exotic Spa, 6.000 meter persegi Convention Center, 450.000 meter persegi Luxury Shopping Mall, Sea World, Wedding Chapel, 65 Stories Office Landmark dengan bonus fasilitas helicopter, School by Pelita Harapan Foundation dan Siloam Hospital.

Kawasan hunian dan bisnis terpadu (mixed-use) The St. Moritz Penthouses & Residences dibangun oleh PT Lippo Karawaci Tbk., perusahaan properti terbesar di Indonesia berdasarkan aset, pendapatan, laba bersih dan kapitalisasi pasar, yang tercatat di Bursa Efek Indonesia dan didukung oleh landbank yang luas dan basis recurring income yang kokoh.

Unit-unit usaha PT Lippo Karawaci Tbk. terdiri dari Residential/Township, Retail Malls, Hospitals, Hotels dan Asset Management. PT Lippo Karawaci Tbk. tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan kapitalisasi pasar senilai Rp 16,65 triliun atau USD 1,95 miliar.

Sumber : www.properti.kompas.com/St.Moritz.Gelar.Topping.Off.Menara.The.Royal.Suite
Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)

Harga rumah naik lagi

JAKARTA. Melonjaknya harga bahan bangunan, upah pekerja dan biaya perizinan belakangan ini berdampak terhadap harga rumah. Survei terbaru yang dilakukan Bank Indonesia (BI) menyebutkan, harga properti residensial pada triwulan I-2011 mengalami kenaikan 2,24% dibandingkan dengan triwulan sebelumnya.

Dari survei tersebut, rumah tipe besar mengalami kenaikan harga paling tinggi, yaitu sebesar 2,63% dibandingkan dengan triwulan sebelumnya. Sementara dari 14 kota besar yang disurvei, kenaikan harga paling tinggi terjadi di wilayah Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi (Jabodebek) dan Banten, yaitu sebesar 3,41%.

Di wilayah ini, peningkatan harga terjadi pada seluruh tipe bangunan dengan peningkatan tertinggi terjadi pada rumah tipe besar dan tingkat kenaikan 4,26%. Peningkatan harga yang cukup tinggi juga terjadi wilayah Padang, sebesar 2,86%, dengan kenaikan harga tertinggi terjadi pada rumah tipe besar sebesar 3,24%.

Survei juga menyebutkan, secara tahunan, harga properti residensial mengalami peningkatan. Harga properti residensial selama setahun terakhir meningkat sebesar 4,48%. Lebih tinggi dibandingkan kenaikan harga pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 2,53%.

Dilihat secara tahunan ini, kenaikan harga terjadi pada semua tipe rumah, dengan kenaikan tertinggi terjadi pada rumah tipe kecil (5,22%). Berdasarkan wilayah, kenaikan harga paling tinggi terjadi di wilayah Manado (5,78%), terutama pada rumah tipe kecil (13,67%).

Kenaikan harga juga terjadi di wilayah Jabodetabek dan Banten sebesar 5,74%, lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (2,99%). Di wilayah ini, harga rumah tipe besar meningkat paling tinggi, yaitu sebesar 6,41% ketimbang harga tahun lalu.

BI memperkirakan, kenaikan harga properti residensial pada triwulan II-2011 diperkirakan akan cenderung melambat. Dalam prediksi BI, secara triwulanan, harga properti diperkirakan hanya mengalami kenaikan 1,33%, melambat dibandingkan kenaikan triwulan I-2011 sebesar 2,24%.

Kenaikan harga tertinggi diperkirakan terjadi pada rumah tipe kecil (2,00%). Berdasarkan wilayah, kenaikan harga rumah paling tinggi diperkirakan terjadi di wilayah Bandar Lampung, Lampung sebesar 3,52%.
Ikut dipicu harga tanah

Ketua Umum Real Estate Indonesia (REI), Setyo Maharso mengakui, harga rumah cenderung naik belakangan ini. Menurut Setyo, selain bahan bangunan, terus melonjaknya harga tanah ikut memicu naiknya harga rumah. "NJOP (nilai jual objek pajak) tanah naik terus, developer tidak selalu untung karena juga harus membayar pajak," kata Setyo, Rabu (18/5).

Menurut Setyo, rumah kelas menengah atas mengalami kenaikan paling tinggi. Kenaikan itu terlihat mencolok antara lain di wilayah Jabodetabek, Surabaya, Makassar, Bali, Batam, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan dan Manado.

Selain karena NJOP, menurut Setyo, banyak pengembang menaikkan harga karena sudah lama tidak melakukannya. "Selain itu kondisi pasar sekarang juga lebih bagus, daya serap masyarakat semakin tinggi," ujarnya.

General Manager Corporate Communication PT Metropolitan Land (Metland), Wahyu Sulistio tidak menampik harga rumah tahun ini mengalami kenaikan. Menurutnya, kenaikan itu juga ikut dipicu tingginya permintaan. Selama kuartal I-2011 misalnya, penjualan rumah meningkat 30% dibanding periode sama tahun lalu. "Kalau terjadi percepatan penjualan, harga jual rumah ikut melesat," ujarnya.

Sumber : www.industri.kontan.co.id/Harga-rumah-naik-lagi
Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)

Pembangunan jembatan Selat Sunda tunggu Kemenko Perekonomian

JAKARTA: Kementerian PU masih menunggu keputusan dari Kementerian Koordinator Perekonomian untuk kelanjutan rencana pembangunan jembatan Selat Sunda yang saat ini masih dalam perumusan penerbitan Perpres terkait dengan pengusahaan dan pengelolaan proyek tersebut.


Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum Djoko Murjanto mengatakan saat ini hal utama dan menjadi penentu dari kelanjutan proyek itu adalah konsep lelang yang akan diterapkan nantinya.

Dalam pembahasan yang masih berlangsung saat ini, katanya, pemerintah masih belum memutuskan konsep lelang yang akan dilaksanakan, apakah terbuka atau tunjuk langsung dengan kekhususan tersendiri.

"Kami masih menunggu keputusan dari Kemenko, karena jadwal kelanjutan dan penyelesaian semua tergantung hasil pembahasan di sana [Kemenko]," ujar Djoko di Jakarta, hari ini.

Dia menjelaskan sebelum diterbitkannya Perpres, tender pembangunan proyek jembatan tersebut masih belum bisa dilakukan. Pasalnya, keberadaan perpres sangat dibutuhkan mengingat merupakan proyek multisektor, yang bukan hanya pembangunan jembatan, namun juga pengembangan kawasan sebagai pusat industri, teknologi, dan pariwisata.

Jika perpres diterbitkan, lanjutnya, Kemnetrian PU segera melanjutkan rencana penggarapan dengan melelang pada calon investor, sehingga target untuk peletakan batu pertama pada 2014 bisa terealisasi sesuai rencana.

Sedangkan terkait adanya isu adanya ancaman gempa di Jakarta sebesar 8,7 Skala Richter yang berpusat di Selat Sunda, menurut Djoko, sampai saat ini isu tersebut belum dapat dibuktikan kebenarannya.

Apalagi, sebelum rencana pembangunan jembatan itu dimunculkan, pemerintah telah memperhitungkan kemungkinan adanya tingkat kegempaan yang mungkin muncul di kawasan tersebut.

Senada dengan Djoko, Direktur PT Bangungraha Sejahtera Mulia Agung R. Prabowo, selaku perusahaan yang telah melaksanakan studi kelayakan proyek itu, mengatakan rencana pembangunan jembatan sudah memperhitungkan siklus kegempaan di Selat Sunda dan metode rancang bangun yang dapat tahan gempa dari tingkat gempa terbesar yang mungkin timbul.

Apalagi, katanya, rencananya akan dibangun sebagai jembatan terpanjang di dunia, sehingga metode dan studi proyek harus dilaksanakan secermat mungkin, untuk mengantisipasi adanya dampak dari lingkungan sekitar.

Sumber : www.bisnis.com/pembangunan-jembatan-selat-sunda-tunggu-kemenko-perekonomia
Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)

Kapitalisasi proyek Jasa Sarana lebih dari Rp12 triliun

BANDUNG: Kapitalisasi proyek BUMD Jawa Barat PT Jasa Sarana hingga saat ini mencapai lebih dari Rp12 triliun, terdiri dari sejumlah proyek strategis di kawasan ini a.l jalan tol, panas bumi, telematika, dan lain-lain. 

Dirut Jasa Sarana Soko Sandi Buwono mengemukakan rincian nilai proyek itu ruas tol Ciawi-Sukabumi senilai Rp5,6 triliun bekerja sama dengan PT Bakrie Toll Road, jalan tol Bogor Outer Ring Road (BORR) tahap I dan II senilai Rp1,6 triliun bekerja sama dengan PT Jasa Marga Tbk.

Sekarang ini, kata dia, perusahaan juga sedang menyiapkan skema pembebasan lahan secara mandiri pada tiga ruas rencana tol senilai Rp2,3 triliun yaitu ruas tol dalam kota di Bandung, Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu), serta Soreang-Pasirkoja (Soroja).

“Khusus untuk pembebasan lahan mandiri ini mungkin akan berbentuk kepemilikan saham pada proyek yang akan dibangun. Hal ini sedang dibicarakan dengan Kementerian Pekerjaan Umum,” katanya hari ini.

Dia mengatakan pada proyek panas bumi perusahaan sedang menggarap ladang geotermal Cisolok di Kab. Sukabumi senilai Rp1,3 triliun bekerja sama dengan PT Wijaya Karya Tbk, serta ladang geotermal Tampomas di Kab. Sumedang senilai Rp1,2 triliun bekerja sama dengan PT Rekayasa Industri.

Proyek lainnya berupa pengolahan energi senilai Rp540 miliar serta proyek telematika Rp250 miliar.

Sumber : www.bisnis.com/kapitalisasi-proyek-jasa-sarana-lebih-dari-rp12-triliun
Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)

Hotel budget menjamur di Bandung

BANDUNG: Perkembangan hotel berbiaya murah atau budget hotel di Kota Bandung berpotensi tumbuh pesat beberapa waktu ke depan seiring dengan prospek pasar yang semakin meningkat dari waktu ke waktu.

Martono, Managing Director Kagum Hotels, menuturkan makin besarnya pasar hotel jenis tersebut menyebabkan jumlah investor yang akan bermain dalam segmen hotel tersebut akan terus meningkat.

"Bahkan, beberapa brand hotel berbiaya murah ini sudah mulai beroperasi di Bandung saat ini karena kota ini merupakan salah satu kota tujuan wisata ataupun bisnis," katanya hari ini.

Menurut dia, meningkatnya jumlah pemain budget hotel ini disebabkan biaya untuk membangun budget hotel itu tidak terlalu besar.

Apalagi, sambungnya, tingkat okupansi hotel itu selalu tinggi sehingga menjanjikan keuntungan yang cukup besar bagi investor.

"Selama satu tahun belakangan, industri budget hotel semakin berkembang dan akan menjadi tren ke depannya, khususnya di kota-kota besar seperti Bandung ini," ujarnya.

Dia menuturkan tamu hotel yang melakukan bisnis, seperti perdagangan ataupun perjalanan dinas, akan merasa lebih nyaman tinggal di budget hotel.

Hal itu disebabkan, kata dia, tarif kamar budget hotel lebih murah daripada tinggal di hotel berbintang, tetapi pelayanan dan kualitasnya tetap sama seperti hotel berbintang.

Jenis hotel yang biasanya merupakan hotel berbintang satu hingga dua, ungkapnya, rata-rata memiliki tarif kamar yang berkisar Rp250.000-Rp400.000 per malamnya.

"Hotel ini biasanya hanya dipakai untuk tinggal dalam jangka waktu yang pendek ataupun hanya untuk transit saja," ujarnya.

Martono mengemukakan salah satu jaringan hotel lokal tersebut bekerja sama dengan PT Bangun Persada Indonesia membangun dan mengembangkan budget hotel dengan brand Hotel Malaka Bandung sebagai salah satu ekspansi kedua perusahaan tersebut.

Kagum Hotels, ujar dia, ditunjuk PT Bangun Persada Indonesia untuk mengelola hotel yang diproyeksikan beroperasi pada Agustus tahun ini.

"Pihak PT Bangun Persada Indonesia menyerahkan tanggung jawab pengelolaan hotelnya kepada kami," katanya.

Masniari Harahap, Direktur Utama PT Bangun Persada Indonesia, menuturkan hotel yang terletak di Jalan Halimun No.36 Bandung tersebut akan memiliki 48 kamar, dengan rincian 46 unit kamar standar dan dua unit kamar suite.

Saat ini, tuturnya, pengerjaan hotel yang dibangun sejak dua tahun lalu itu telah memasuki tahap akhir (finishing).

Dalam pengoperasian awalnya, ungkap dia, Malaka Hotel akan membidik momen libur Lebaran pada Agustus dan September mendatang.

"Saya optimistis dengan pengoperasian hotel ini karena Bandung merupakan salah satu pusat kunjungan wisatawan dan pebisnis," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Jawa Barat Herman Muchtar menuturkan pihaknya meminta kepada pemerintah setempat untuk menghentikan perizinan pembangunan hotel baru di daerah tersebut.

Hal itu disebabkan, kata dia, pihaknya mensinyalir persaingan industri perhotelan di Kota Kembang sudah menunjukkan ke arah yang tidak sehat.

"Banyak hotel berbintang yang menerapkan tarif yang sama dengan hotel melati. Itu dikhawatirkan akan membuat bisnis hotel melati akan tutup karena makin sepinya kunjungan," tuturnya

Sumber : www.bisnis.com/hotel-budget-menjamur-di-bandung
Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)

Teknologi kota hijau siap diintegrasikan

JAKARTA: BYD Co. Ltd, perusahaan teknologi energi terbarukan asal China, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), PT Industri Telekomunikasi Indonesia (INTI) serta Kamar Dagang dan Industri Indonesia menandatangani nota kesepakatan dalam membawa teknologi kota hijau nir-emisi.

Managing Director PT Cascadiant Indonesia Gregory Long mengatakan perusahaan yang bergerak dalam bidang sistem integrasi solusi global inilah yang nantinya sebagai BYD Co. Ltd di Indonesia. Menurutnya dengan adanya nota kesepakatan tersebut akan dilakukan riset bersama untuk mengadaptasi dan menyesuaikan teknologi.

Hal tersebut, sambung dia, agar dapat dijadikan solusi dalam menjawab kebutuhan khusus Indonesia sebagai sebuah negara kepulauan. Dia menuturkan pihaknya akan membantu pemerintah Indonesia mencapai dua tujuan yaitu meningkatkan penetrasi listrik sampai dengan 90% dan mengurangi emisi ga rumah kaca sebesar 26% pada 2020.

"Nota kesepakatan ini juga memungkinkan riset bersama antara BYD dengan BPPT untuk mengembangkan, membuat dan menjalankan solusi-solusi untuk mencapai dua tujuan utama pemerintah tersebut," tutur Gregory kepada pers, sore ini.

Gregory menjelaskan saat ini banyak sektor energi di dalam negeri yang menjadi penyumbang emisi rumah kaca sehingga membutuhkan inisiatif solusi yang berpikiran maju dan ramah lingkungan dengan menggunakan teknologi mutakhir.

Lebih lanjut dia menuturkan Indonesia dan China memiliki banyak tantangan yang serupa dalam perubahan iklim dan pelistrikan negara.

"Bersama dengan BYD, kami menghadirkan teknologi penyimpanan energy yang saat ini dimungkinkan secara komersial untuk menjalankan bis dan taxi listrik dan untuk menyimpan listrik dari matahari dan angin untuk penggunaan pada malam hari atau sewaktu angin tidak berhembus," imbuhnya.

Dia menambahkan rencananya Cascadiant Indonesia akan mulai memperkenalkan bis dan mobil listrik sebelum akhir 2011. Dia berharap pada 2012 pihaknya dapat menjadi leader pasar mobil listrik di Indonesia.

Terkait dengan harga yang ditawarkan, Gregory belum dapat memastikan karena belum menghitung pajak yang harus dikeluarkan ketika mobil tersebut masuk ke Indonesia.

"Mungkin harganya akan 1,5 kali lipat lebih mahal dibandingkan dengan mobil yang menggunakan bahan bakar fossil," katanya.

Menurut dia jika Indonesia menggunakan mobil listrik, maka dapat mengurangi emisi sebesar 50%. Dia menilai Indonesia memiliki pasar yang dinamis dan besar serta kebutuhan sumber energi alternatif untuk listrik dan bahan bakar fossil semakin besar.

Itulah yang menyebabkan perusahaan yang baru saja diresmikan pada Juni tahun lalu dengan kantor pusat di Singapura memilih masuk membidik pasar Tanah Air.

Dia menambahkan terkait infrastuktur sebagai pendukung penerapan mobil listrik tersebut, perusahaan akan membicarakan lebih lanjut kepada pemerintah.

"Fokus kami adalah pada moda transportasi massa di Indonesia. Mungkin kami akan bekerjasama dengan perusahaan taxi atau bis di sini," imbuhnya.

Sumber : www.bisnis.com/teknologi-kota-hijau-siap-diintegrasikan
Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)

Garap Proyek, BKSL Gandeng Investor Timur Tengah

Jakarta - PT Sentul City Tbk (BKSL) menggandeng investor asal Timur Tengah untuk menggarap proyek properti di Bukit Asri Jonggol.

Saham perseroan akan menuju Rp250-350 dalam jangka pendek. Selain menggarap proyek, investor mitra itu juga akan mendukung pendanaan dalam pembangunan rumah sakit dan central business district.

Pada perdagangan kemarin saham BKSL naik Rp4 ke Rp125 dengan volume perdagangan mencapai 195.463 saham senilai Rp12,06 miliar sebanyak 863 kali transaksi.

Sumber : www.pasarmodal.inilah.com/garap-proyek-bksl-gandeng-investor-timur-tengah
Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)

Ini Alasan PTPP Batalkan Proyek Properti di Bali


Jakarta - PT PP (Persero) Tbk (PTPP) membatalkan investasi proyek properti di Bali karena perseroan menginginkan peluang lebih cepat investasi properti seperti hotel dan commercial center di Bandung, Semarang, Kalimantan, Surabaya dan Padang.

Sekretaris Perusahaan PTPP Betty Ariana mengatakan, perseroan akan mengumumkan pemberitahuan perubahan penggunaan dana penawaran umum saham perdana pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) bulan depan. Perseroan akan menggunakan dana penawaran umum saham perdana untuk investasi properti di Bali tetapi tidak jadi.

"Kita tidak jadi investasi properti di Bali karena delay. Kita mengambil peluang lain lebih cepat dengan memanfaatkan dana IPO," ujar Betty, Rabu (18/5). Betty mengatakan, perseroan akan berinvestasi di proyek properti seperti hotel dan commercial center di Bandung, Padang, Kalimantan dan Surabaya. "Penggunaan dana IPO jadi lebih banyak lagi," tutur Betty.

Perseroan memperoleh dana hasil penawaran umum saham perdana sebesar Rp560 miliar pada 2010 lalu. Perseroan akan menggangarkan dana hasil penawaran umum saham perdana sebesar 5% untuk investasi di Bali.

Sementara itu, Direktur Keuangan PTPP Tumiyana menuturkan, perseroan menargetkan pendapatan tumbuh 66% year on year pada kuartal kedua 2011.

Seperti diketahui, PTPP juga tengah melaksanakan pembangunan proyek EPC pembangkit listrik di kawasan industri Krakatau Steel Cilegon. Penandatanganan kontrak senilai US$98 juta telah dilakukan pada 11 April 2011 antara konsorsium PTPP dan PT Imeco dengan PT Krakatau Daya Listrik selaku anak perusahaan PT Krakatau Steel.

Masa pelaksanaan pembangkit listrik dengan system combined cycle ini direncanakan selama 25 bulan di mana akan menghasilkan power sebesar 120 MW yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan listrik di kawasan industri tersebut.

PTPP juga sedang menyelesaikan proyek investasi pembangkit listrik tenaga gas di Talang Duku-Palembang dengan kapasitas 65 MW yang mulai dioperasikan sekitar awal Oktober 2011.

Perseroan menargetkan order book sebesar Rp22 triliun yang terdiri dari kontrak baru sebesar Rp16 triliun dan kontrak carry over sebesar Rp6 triliun pada 2011.

Sumber : www.pasarmodal.inilah.com/ini-alasan-ptpp-batalkan-proyek-properti-di-bali
Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)

Harga Baja Melonjak, Pengembang Menjerit

MAKASSAR,Sejumlah pengembang di Kota Makassar mengeluhkan lonjakan harga besi baja yang terjadi dalam tiga bulan terakhir. Direktur PT Sedayu Sakti yang merupakan salah satu perusahaan pengembang di kota Makassar, Agung Saleh Arifin, di Makassar, Rabu, mengatakan, dalam tiga bulan terjadi kenaikan harga besi baja sebesar 10 persen.

Menurutnya, pengembang mengeluhkan lonjakan harga yang terus terjadi setiap tiga bulan, sehingg pengembang cukup kesulitan menentukan harga rumah yang akan ditawarkan kepada konsumen. Untuk salah satu jenis besi yaitu besi 19, saat ini harganya telah mencapai Rp22.500 per batang, yang sebelumnya hanya sebesar Rp18.000 per batang.

"Kondisi ini tentunya memberikan kesulitan bagi para pengembang, karena pengembang terpaksa juga harus menaikkan harga perumahan yang akan ditawarkan, mengingat besi baja merupakan bahan utama dalam pembangunan perumahan," terangnya.

Setelah harga besi baja mengalami lonjakan, pengembang pun terpaksa menaikkan harga rumah, yaitu menjadi sebesar Rp2 juta hingga Rp3 juta per meter bujur sangkar untuk rumah dengan satu lantai. Sedangkan untuk rumah dua lantai, seperti ruko, harganya mencapai Rp4 juta per meter bujur sangkar.

Ia mengatakan, untuk jenis rumah sederhana, saat ini harganya sudah bisa mencapai Rp110 juta, sedangkan rumah dengan type 70, harganya bahkan di atas Rp500 juta. "Kenaikan harga rumah ini tidak bisa dihindarkan, karena tingginya harga bahan material pokok besi baja. Kami jelas hanya bisa melakukan penyesuaian, meskipun harus lebih menekan keuntungan yang diperoleh," imbuhnya.

Ia menambahkan, kenaikan harga besi baja ini, sangat dipengaruhi oleh kenaikan harga minyak dunia, dan hingga saat ini belum juga mengalami penurunan yang siginifikan.

Sumber : www.properti.kompas.com/Harga.Baja.Melonjak..Pengembang.Menjerit
Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)

Astaga, Blanko Akte Jual Beli Tanah Kosong Enam Bulan


TANGERANG,  Forum Kepala Desa dan Lurah Kota Tangerang Selatan, Banten, mendatangi Kantor Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Tangerang mempertanyakan blangko akte jual beli tanah yang kosong selama enam bulan.

"Sudah enam bulan blangko akte jual beli tanah kosong, sedangkan permintaan saat ini sudah banyak," kata Ketua Forum Kepala Desa dan Lurah Kota Tangerang Selatan, Mursidi Ilyas di Tangerang, Rabu.

Ia mengatakan, bila ketersediaan blangko akte jual beli tanah tidak disediakan secepatnya, maka akan menghambat sistem pelayanan bagi masyarakat. Tak hanya itu saja, kekosongan blanko akte jual beli tanah juga mempengaruhi Pendapatan Asli Daerah. Oleh karena itu, sebagai solusinya, pihaknya meminta untuk di dirikan kantor BPN perwakilan di Kota Tangerang Selatan.

"Kami menilai keberadaan kantor BPN di Kota Tangerang Selatan sudah mendesak. Karena, segala bentuk pengurusan nantinya lebih mudah, tidak lagi jauh seperti saat ini," katanya.

Bandi, salah satu warga Benda Baru, Pamulang, mengaku sejak Januari hingga kini dirinya yang telah membeli tanah seluas 900 meter didekat kediamannya belum mendapatkan akte tanah. Penjual mengaku kepadanya blangko yang dibutuhkan sedang kosong dan harus menunggu. Didorong rasa penasaran, dirinya mendatangi langsung kantor BPN untuk mendapatkan penjelasan dari pihak terkait.

"Dari Januari sampai sekarang belum dapat akte jual-beli, mudah-mudahan setelah didesak ada penyelesaian. Masa sudah puluhan tahun merdeka pelayanan publik masih seperti ini," katanya.

Kepala Urusan Umum dan Kepegawaian BPN Kabupaten Tangerang Bambang Mudiyono mengatakan pihaknya telah meminta data dari Pejabat Pembuat Akte Tanah (PPAT) terkait jumlah kebutuhan disetiap wilayah. Namun, ketersediaan blangko yang didatangkan dari BPN Pusat sangat terbatas. Sehingga pasokan yang ada tidak sebanding dengan kebutuhan di lapangan. Apalagi, saat ini Kota Tangsel sedang geliat melakukan pembangunan perumahan. '

"Kita sudah berupaya meminta data ke para PPAT, berapa jumlah blangko yang dibutuhkan dan melaporkannya ke pusat. Tapi kalau memang barangnya tidak ada mau bagaimana lagi, sedangkan tugas kita hanya mendistribusikan saja," kata Bambang.

Padahal, lanjut Bambang, pihaknya telah menyediakan blangko lebih tetapi tetap kekurangan. Ternyata jumlah kebutuhan blangko lebih besar dari yang di prediksi. Di Kota Tangsel sendiri dalam waktu dekat telah di pesan sebanyak 540 lembar blangko. Lembaran Negara itu pun terpaksa didatangkan dari luar daerah untuk memenuhi meningkatnya permintaan blangko akte tanah saat ini.

Pada tahun 2010 lalu, BPN Kabupaten Tangerang saja telah mengeluarkan sebanyak 5 ribu lembar blangko akte tanah. Sedangkan tahun ini, kata Bambang, jumlah permintaan dapat dipastikan meningkat dari tahun sebelumnya. Kini pihaknya telah meminta Kantor BPN Provinsi Banten yang dilanjutkan ke pusat untuk meminta blangko di Jawa Tengah.

"Mudah-mudahan satu bulan ini blangkonya sudah ada, karena ada serinya dan perlu nota dinas jadi tidak bisa sembarangan. Sekarang menunggu kesiapan dari pemerintah Kota Tangsel untuk menfasilitasi penyedian lahan kantor BPN. Karena, ditingkat pusat hanya menunggu kesiapan lahan. Apalagi, belum lama ini Sekda Tangsel sudah datang untuk membicarakan pengadaan kantor BPN," katanya.

 Sumber : www.properti.kompas.com/Astaga..Blanko.Akte.Jual.Beli.Tanah.Kosong.Enam.Bulan
Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)